“Pelayanan pendidikan jangan hanya berhenti pada kewajiban administratif. Setiap tugas harus memberi manfaat nyata bagi siswa, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.
Abdul Wasid juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang bersih dan transparan. Setiap layanan harus dilakukan secara profesional tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.
“Mari bangun budaya kerja yang bersih, transparan, disiplin, dan bertanggung jawab. Masyarakat harus mendapat layanan yang mudah dan pasti,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan integritas itu sekaligus menjadi energi bagi ASN Kemenag Sumenep dalam mengawal pembangunan Zona Integritas. Komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kerja sehari-hari.
“Zona Integritas tidak boleh hanya hidup dalam dokumen dan slogan. Buktikan melalui perilaku, budaya kerja, dan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat,” tandasnya.
Abdul Wasid berharap pembinaan tersebut mampu memperkuat komitmen para guru untuk menjaga marwah pelayanan publik. Integritas, kata dia, harus menjadi budaya yang tumbuh bersama.
Dengan penguatan itu, Kemenag Sumenep ingin membangun birokrasi yang bukan hanya tertib secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang bersih dan berkeadilan.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















