OkeDailyJatim – Kebakaran melanda sebuah bangunan di selatan Polsek Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jumat (23/10/2026) pagi. Petugas Damkar Pemkab Sumenep bersama prajurit Yonif TP 931/Ksatria Jokotole dikerahkan untuk memadamkan api.
Laporan kebakaran diterima pada pukul 07.15 WIB dari seorang warga bernama Ajang. Petugas gabungan segera menuju lokasi untuk mencegah kobaran api meluas dan membakar bangunan di sekitarnya.
Dugaan awal, kebakaran dipicu aktivitas memasak nasi yang ditinggalkan tanpa pengawasan oleh para pekerja. Api kemudian menyambar tumpukan kardus dan material kayu hingga membesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 931/Ksatria Jokotole, Letkol Inf Aditya Danang Putranto, mengatakan pentingnya respons cepat dan sinergi dalam menangani keadaan darurat.
“Kesigapan personel di lapangan menjadi bagian penting dalam membantu penanganan kebakaran. Kami berupaya memberikan dukungan agar api segera dikendalikan,” kata Letkol Inf Aditya Danang Putranto saat dikonfirmasi media ini.
Dalam proses pemadaman, petugas Damkar Pemkab Sumenep dan prajurit Yonif TP 931/Ksatria Jokotole bahu-membahu menyemprotkan air ke titik api. Mereka juga menyisir area terdampak untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, tim gabungan membongkar puing-puing kayu yang hangus untuk memeriksa kemungkinan adanya titik api tersembunyi. Bagian atap bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
“Koordinasi antarpersonel sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan serta memastikan tidak ada titik api yang tersisa,” ujarnya.
Keberhasilan mengendalikan api tidak terlepas dari laporan awal warga dan tindakan cepat petugas gabungan. Namun, informasi mengenai total kerugian, luas bangunan yang terbakar, serta ada atau tidaknya korban masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak berwenang.
Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan sumber panas, terutama ketika memasak atau melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kegiatan memasak tanpa pengawasan. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah kebakaran dan melindungi keselamatan orang di sekitar,” pungkas Danyonif Letkol Inf Aditya Danang Putranto.
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk memastikan kompor dan sumber api telah aman sebelum meninggalkan lokasi. Langkah pencegahan menjadi kunci untuk mengurangi risiko kebakaran serupa di kemudian hari.















