OkeDailyJatim – Ketangguhan prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 931/KJ diuji melalui Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer di GOR A. Yani, Kabupaten Sumenep, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemampuan bela diri dan kesiapan prajurit menghadapi tantangan tugas.
Komandan Yonif TP 931/KJ, Letkol Inf Aditya Danang Putranto, bersama jajaran Perwira dan seluruh prajurit mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran pimpinan di arena ujian memperlihatkan pentingnya keteladanan, disiplin, serta kesamaan tanggung jawab dalam menjaga profesionalisme keprajuritan.
“Ujian ini bukan sekadar mengejar kenaikan tingkat, tetapi juga mengukur kesungguhan prajurit dalam mengasah kemampuan, menjaga disiplin, dan meningkatkan kesiapan menghadapi setiap tantangan tugas.” kata Danyonif Letkol Inf Aditya Danang Putranto kepada media ini disela kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan UKT mencakup pengujian berbagai teknik pencak silat militer, mulai dari pukulan, tendangan, bantingan hingga kuncian. Setiap materi menuntut ketepatan gerak, konsentrasi, ketahanan fisik, dan pengendalian diri agar kemampuan bela diri dapat diterapkan secara terukur.
“Setiap prajurit harus memiliki kemampuan dasar bela diri yang baik. Keterampilan tersebut perlu terus dilatih agar mereka semakin tangguh, sigap, dan mampu mengendalikan diri dalam situasi yang menuntut kesiapan tinggi.” ujarnya.
Pencak Silat Militer memadukan warisan bela diri Nusantara dengan kebutuhan pembinaan kemampuan prajurit. Melalui latihan dan pengujian secara berkelanjutan, personel diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membangun mental yang kuat dalam menjalankan tugas.
“Kami ingin memastikan bahwa kemampuan prajurit terus berkembang. Latihan yang konsisten dan evaluasi yang objektif menjadi bagian penting untuk membangun personel yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawab.” tegas Letkol Inf Aditya Danang Putranto.

Keikutsertaan Danyonif dan jajaran Perwira bersama anggota memberikan pesan kuat tentang kepemimpinan melalui keteladanan. Seluruh personel dituntut menjaga semangat belajar, menghormati proses pembinaan, serta memperkuat kebersamaan tanpa menjadikan pangkat sebagai alasan untuk mengabaikan kemampuan dasar.
“Kebersamaan merupakan kekuatan satuan. Ketika pimpinan dan anggota sama-sama mengikuti pembinaan, semangat jiwa korsa akan tumbuh dan tanggung jawab terhadap tugas dapat dijalankan dengan lebih baik.” jelasnya.
Selain menguji keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap hasil pembinaan fisik dan mental prajurit. Ketepatan teknik, ketahanan, konsentrasi, serta kedisiplinan menjadi unsur penting dalam membentuk personel yang siap menghadapi dinamika penugasan.
“Melalui ujian ini, kami mendorong setiap personel untuk terus memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan. Hasil pembinaan harus menjadi motivasi untuk berlatih lebih baik, bukan sekadar memenuhi tahapan kenaikan tingkat.” sambung Letkol Inf Aditya Danang Putranto.
Yonif TP 931/KJ berkomitmen melaksanakan pembinaan secara berkesinambungan guna menjaga kualitas kemampuan dasar keprajuritan. Penguatan keterampilan bela diri diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan disiplin, soliditas, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Harapan kami, seluruh prajurit Yonif TP 931/KJ terus menjaga semangat berlatih, menjunjung tinggi profesionalisme, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa serta negara sesuai tugas dan tanggung jawabnya.” pungkasnya.
Melalui UKT Pencak Silat Militer di Sumenep, Yonif TP 931/KJ menegaskan pentingnya kesiapan, ketekunan, dan pembinaan berkelanjutan. Kemampuan yang terus diasah menjadi bekal untuk membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, serta profesional dalam mengemban amanah negara.















