Sampah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos maupun pupuk organik. Sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk bank sampah atau dikembangkan menjadi produk kreatif.

“Sampah yang dikelola dengan benar dapat menjadi pupuk, bahan kerajinan, bahkan sumber penghasilan. Nilainya bergantung pada cara kita mengelolanya,” tutur Andrityas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan pengelolaan sampah tidak harus menunggu program besar. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan dilakukan secara konsisten bersama seluruh anggota keluarga.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Ketika masyarakat terbiasa memilah, sampah akan lebih mudah diolah dan manfaatnya bisa dirasakan kembali,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi, jajaran pengurus GOW, serta perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Sumenep.
Nia menilai keluarga memiliki posisi penting dalam mengatasi persoalan sampah. Sebab, hampir setiap aktivitas rumah tangga menghasilkan sampah yang jika tidak dikelola dapat menumpuk dan mengganggu lingkungan.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















