“Sampah sebenarnya bisa menjadi peluang ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu, kita perlu membiasakan diri memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah,” ujar Nia.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dapat menjadi awal perubahan. Dari kebiasaan tersebut, masyarakat bisa mulai mengenali sampah yang masih mempunyai nilai guna dan nilai jual.
“Kalau kebiasaan memilah sampah dimulai dari keluarga, dampaknya akan lebih besar. Selain lingkungan menjadi bersih, sampah yang bernilai ekonomi juga bisa dimanfaatkan,” katanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nia berharap edukasi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan memilah dan mengolah sampah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar manfaatnya dirasakan keluarga dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah harus menjadi kebiasaan bersama. Dari keluarga, gerakan ini bisa berkembang ke lingkungan sehingga manfaatnya semakin luas,” pungkasnya.
Dalam kegiatan itu, peserta juga dikenalkan sejumlah metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari kompos, pupuk organik cair, bank sampah, kerajinan daur ulang, biopori, metode Takakura hingga ecobrick.
Beragam metode tersebut menunjukkan bahwa sampah memiliki banyak kemungkinan pemanfaatan. Kuncinya terletak pada kemauan masyarakat untuk memilah, mengolah, dan memberikan nilai baru.
Penulis : Sahid Badri
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















