OkeDailyJatim – Semangat kemerdekaan tak hanya berkibar di tiang bendera. Kemenag Sumenep memilih berbagi kehidupan lewat donor darah bersama PMI, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan di halaman Kantor Kemenag Sumenep itu menjadi bagian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. ASN hadir membawa semangat kepedulian dan berbagi untuk sesama.
Pesan “Setetes Darah, Sejuta Harapan” menggema sepanjang kegiatan. Sebanyak 40 orang mendaftar, sementara 38 pendonor dinyatakan memenuhi syarat untuk menyumbangkan darah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasubbag TU Kemenag Sumenep, Muh. Rifa’i Hasyim, membuka kegiatan dengan menjadi pendonor pertama. Langkah itu menjadi teladan bagi ASN yang hadir dalam aksi kemanusiaan.
“Bahagia dapat berbagi kehidupan melalui setetes darah. Semoga sumbangan ini bermanfaat dan menjadi amal kebaikan bagi sesama yang membutuhkan,” kata H. Muh. Rifa’i Hasyim disela kegiatan.
Setelah itu, donor darah diikuti Kasi Pendma, Kasi Bimas Islam, Kasi PAIS, Plt. Kasi PD Pontren, serta ASN Kemenag Sumenep. Antusiasme peserta memperkuat makna aksi.
Muh. Rifa’i Hasyim menilai aksi tersebut membuktikan bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan tindakan sederhana. Darah yang disumbangkan menjadi harapan bagi pasien.
“Kami berharap semangat berbagi terus tumbuh. Darah yang diberikan bukan sekadar sumbangan, tetapi wujud kepedulian yang membantu saudara kita,” harapnya.
Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, mengapresiasi seluruh ASN yang berpartisipasi. Baginya, kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan.
“Terima kasih kepada seluruh ASN Kemenag Sumenep atas kepeduliannya. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan dan menyelamatkan kehidupan orang lain,” ujarnya.
Abdul Wasid berharap aksi kemanusiaan tidak berhenti sebagai rangkaian seremoni HUT RI. Semangat berbagi perlu dijaga agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.
“Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan seremoni. Kemerdekaan juga kita maknai dengan kepedulian, berbagi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Donor darah tersebut akhirnya meninggalkan pesan sederhana namun kuat. Merayakan kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan, tetapi juga memberi harapan bagi kehidupan.










