Kamiluddin Dorong Mitigasi Bencana Sumenep Berbasis Kearifan Lokal dan Gotong Royong

- Editorial Team

Jumat, 18 September 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP., Dengan Latar Belakang Kantor BPBD Sumenep

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin, S.Pd.I., M.AP., Dengan Latar Belakang Kantor BPBD Sumenep

Informasi tersebut nantinya dapat disinergikan dengan data ilmiah dan sistem peringatan dini sehingga masyarakat memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali potensi ancaman.

“Pengetahuan masyarakat sangat berharga. Kearifan lokal dapat menjadi bagian edukasi kebencanaan jika disinergikan dengan informasi ilmiah,” jelas Kamiluddin.

Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui program Desa Tangguh Bencana atau Destana. Hingga saat ini, BPBD Sumenep telah membentuk 53 Destana.

Pembentukan Destana melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, TNI, Polri, Tagana, hingga unsur terkait lainnya di tingkat desa.

Kehadiran Destana diharapkan mampu membangun masyarakat yang tidak hanya sigap ketika bencana terjadi, tetapi juga aktif melakukan pencegahan dan pengurangan risiko.

“Kami ingin ketangguhan masyarakat dibangun dari tingkat desa. Warga harus mampu mengenali risiko dan mengambil langkah awal ketika bencana terjadi,” tegasnya.

Baca Juga:  Koperasi Syafaat Ganding Sumenep Bersiap Naik Kelas, Diskop UKM Perindag Kawal Legalitas hingga Jadi Koperasi Modern

BPBD Sumenep juga tengah menyiapkan program Pesantren Tangguh Bencana atau Pestana melalui kerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan kebencanaan di lingkungan pesantren, khususnya bagi santri dan generasi muda.

Baca Juga:  Ambunten Bergemuruh! Camat Moh Zaini Lepas JJS HUT RI ke-81, Pelajar dan Warga Tumpah Ruah

Pesantren dinilai memiliki potensi besar menjadi ruang edukasi kebencanaan karena berhubungan langsung dengan aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat.

“Santri dan pemuda harus memiliki bekal menghadapi bencana. Mereka dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan pesantren dan masyarakat,” sambungnya.

Selain penguatan kapasitas masyarakat, BPBD Sumenep mulai menjajaki dukungan pendanaan mitigasi di tingkat desa.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Kerapan Sapi Betina Giliraja Jadi Magnet Budaya dan Wisata Sumenep 2026
GERCAP Kemenag Sumenep Perkuat Kompetensi Guru As-Assalam di Era Pembelajaran Mendalam
Pantai Badur Jadi Saksi Kebersamaan DPMD Sumenep dalam Family Gathering 2026
Wacana Perubahan Nama Kabupaten Sumenep Dibahas di Muscam Raas, Aspirasi Warga Jadi Sorotan
H. Abdul Wasid: Jadikan WBS sebagai Wahana Saling Mengingatkan dalam Kebenaran
Gerbong Mutasi Bergerak! Wabup Sumenep Lantik 28 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Pelayanan Publik yang Mudah dan Transparan
Bupati Fauzi Perkuat Sinergi Sumenep-Blitar Lewat Penandatanganan MoU

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 17:26 WIB

Festival Kerapan Sapi Betina Giliraja Jadi Magnet Budaya dan Wisata Sumenep 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 23:59 WIB

GERCAP Kemenag Sumenep Perkuat Kompetensi Guru As-Assalam di Era Pembelajaran Mendalam

Sabtu, 19 September 2026 - 20:55 WIB

Pantai Badur Jadi Saksi Kebersamaan DPMD Sumenep dalam Family Gathering 2026

Jumat, 18 September 2026 - 20:13 WIB

Kamiluddin Dorong Mitigasi Bencana Sumenep Berbasis Kearifan Lokal dan Gotong Royong

Jumat, 18 September 2026 - 18:21 WIB

H. Abdul Wasid: Jadikan WBS sebagai Wahana Saling Mengingatkan dalam Kebenaran

Berita Terbaru