Fatayat NU Sumenep Perkuat Benteng Perempuan Hadapi Radikalisme, Cetak Pemimpin Desa hingga Perkuat Literasi Kebangsaan

- Editorial Team

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fatayat NU Sumenep Perkuat Benteng Perempuan Hadapi Radikalisme, Cetak Pemimpin Desa hingga Perkuat Literasi Kebangsaan

Fatayat NU Sumenep Perkuat Benteng Perempuan Hadapi Radikalisme, Cetak Pemimpin Desa hingga Perkuat Literasi Kebangsaan

Sumenep, OkeDailyJatim – Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya tantangan penyebaran paham radikal, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep memilih memperkuat benteng pertahanan dari akar rumput: perempuan.

Komitmen itu diwujudkan melalui kajian bertajuk “Ngaji Perempuan dan Radikalisme” yang digelar di Graha Universitas PGRI (UPI) Sumenep. Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep.

Turut hadir juga badan otonom NU, kalangan mahasiswa, hingga organisasi kepemudaan mengikuti forum yang menjadi ruang penguatan literasi keagamaan, kepemimpinan, dan kebangsaan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang didukung Pemerintah Daerah Sumenep dan AMAN Indonesia itu tidak sekadar menjadi forum diskusi.

Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ikhtiar membangun generasi perempuan yang mampu menjadi agen perdamaian dan garda terdepan dalam menangkal penyebaran ideologi ekstrem di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Baca Juga:  Santunan Anak Yatim di Desa Andulang, KBS dan Arasa Sociopreneur Sumenep Teguhkan Nilai Kemanusiaan dan Gotong Royong

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Dina Kamilia, mengatakan penguatan kapasitas perempuan merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas serta memiliki perspektif keagamaan yang moderat.

“Ngaji Perempuan dan Radikalisme kami hadirkan agar lahir pemimpin-pemimpin dari desa yang mampu membawa perubahan.

Kepemimpinan itu tidak selalu soal jabatan, tetapi juga kemampuan memimpin diri sendiri dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ny. Dina Kamilia.

Menurutnya, Fatayat NU selama ini konsisten membangun kualitas kader melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari MAPAN (Madrasah Perempuan), LKP3A, hingga Malate Center.

Seluruh program tersebut diarahkan untuk memperkuat daya pikir, daya kritis, dan kepemimpinan perempuan di berbagai sektor.

“Tidak ada orang yang terlahir pintar. Yang ada adalah mereka yang tidak pernah berhenti belajar.

Karena itu, budaya belajar harus terus tumbuh agar perempuan semakin percaya diri mengambil peran strategis di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, Kiai Halqi, mengingatkan bahwa radikalisme bukan lahir dari ajaran agama, melainkan dari pemahaman yang tidak utuh terhadap nilai-nilai Islam.

Baca Juga:  Yonif TP 931/KJ dan Sekolah Rakyat Sumenep Kolaborasi Perkuat Pendidikan dan Karakter Siswa

Ia menegaskan, penyalahgunaan agama untuk membenarkan kekerasan dan terorisme harus dilawan melalui pendidikan, penguatan ilmu, dan dakwah yang mengedepankan prinsip moderasi.

“Islam mengajarkan tawasuth atau jalan tengah. Ketika masyarakat memahami agama secara utuh dan moderat, mereka tidak akan mudah dipengaruhi gerakan ekstrem maupun ideologi kekerasan,” tegas Kiai Halqi.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun peradaban karena menjadi madrasah pertama bagi generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas intelektual perempuan harus terus didorong.

“Sudah saatnya perempuan semakin banyak melahirkan karya-karya keilmuan dan mengambil ruang dalam pengembangan pemikiran Islam.

Semakin kuat literasi perempuan, semakin kuat pula benteng masyarakat dari pengaruh radikalisme,” katanya.

Dalam forum tersebut, Direktur AMAN Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah, turut mengajak peserta membangun budaya literasi sebagai fondasi menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Baca Juga:  GMNI Sumenep Kritik Wacana Sumenep Kepulauan: Nama Berubah, Nasib Rakyat Jangan Tetap Sama

Semangat Iqra’ atau membaca, menurutnya, merupakan kunci agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis dan tidak mudah terjebak pada narasi yang menyesatkan.

Kajian ini menegaskan bahwa perjuangan melawan radikalisme tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata. Penguatan literasi, pendidikan keagamaan yang moderat, dan pemberdayaan perempuan menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga persatuan.

Bahkan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, sekaligus melahirkan generasi pemimpin yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Penulis : Supriyadi Prayitno

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Berita Terbaru