Sumenep, OkeDailyJatim – Upaya membangun generasi yang toleran dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman terus diperkuat Kemenag Kabupaten Sumenep, Madura.
Melalui Tim Bunda Moderasi Beragama (Modis) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sumenep, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai moderasi kini semakin masif dikenalkan kepada peserta didik madrasah.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan dalam kegiatan penguatan moderasi beragama yang digelar di MIN 1 Sumenep, Selasa (13/7). Kegiatan dipimpin Ketua DWP Kemenag Sumenep, Ny. Barratul Aini Wasid, bersama Tim Bunda Modis yang terdiri atas pengurus DWP dan para pengawas madrasah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan ratusan peserta didik, Tim Bunda Modis mengajak siswa memahami pentingnya menghargai perbedaan, membangun sikap saling menghormati, serta memperkuat rasa persaudaraan sebagai bagian dari karakter generasi Indonesia yang berakhlak mulia.
Ketua DWP Kemenag Sumenep, menegaskan bahwa penanaman nilai moderasi beragama harus dimulai sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari.
“Moderasi beragama bukan sekadar materi yang dipelajari, tetapi nilai yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak perlu dibiasakan menghormati sesama, menghargai perbedaan, dan hidup rukun sejak dini,” ujarnya disela-sela kegiatan.
Ia berharap pembinaan tersebut mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, toleran, dan menjunjung tinggi persatuan bangsa.
“Kami ingin anak-anak madrasah tumbuh menjadi pribadi yang santun, cinta tanah air, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep sekaligus Pembina DWP Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, memberikan apresiasi atas konsistensi Tim Bunda Modis yang terus hadir di berbagai madrasah untuk menguatkan implementasi moderasi beragama.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya damai di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Saya mengapresiasi dedikasi Tim Bunda Modis yang terus bergerak memberikan edukasi moderasi beragama. Sinergi antara DWP dan pengawas madrasah menjadi kekuatan penting dalam membangun karakter peserta didik,” ujar Abdul Wasid.
Abdul Wasid menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik membangun sikap saling menghormati dan menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kami berharap nilai-nilai moderasi beragama semakin mengakar di madrasah sehingga lahir generasi yang inklusif, berkarakter, cinta persatuan, serta mampu menjadi perekat kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Melalui program Bunda Modis, DWP Kemenag Sumenep terus memperluas penguatan moderasi beragama di berbagai madrasah sebagai langkah strategis membentuk generasi yang religius, toleran, dan siap menjaga harmoni sosial di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Supriyadi Prayitno
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: Okedaily Jatim










