OkeDailyJatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Polresta Sumenep menyiapkan penertiban parkir kendaraan dan pengaturan jam operasional truk di kawasan perkotaan. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat Forum Lalu Lintas bersama jajaran Satlantas Polresta Sumenep. Dua persoalan menjadi perhatian, yakni penataan parkir di tepi jalan dan kendaraan berat yang masuk kota di luar jam operasional.
Penataan parkir akan menyasar sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Diponegoro dan Jalan Teuku Umar. Kedua kawasan tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengurangi hambatan kendaraan akibat parkir yang tidak tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain parkir, kendaraan berat yang memasuki kawasan perkotaan di luar ketentuan waktu juga akan ditertibkan. Pelaksanaan kebijakan ini membutuhkan koordinasi lintas instansi, terutama antara Disperkimhub dan kepolisian.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA) Disperkimhub Sumenep, Nouvael, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait agar penertiban berjalan efektif.
Menurut Nouvael, kewenangan penindakan pelanggaran lalu lintas berada pada kepolisian. Sementara itu, Disperkimhub mendukung pelaksanaan kebijakan melalui koordinasi dan sinergi antarlembaga.
“Untuk sementara, yang dibicarakan dengan Kasat Lantas adalah memberikan imbauan terlebih dahulu. Jika imbauan tidak diindahkan, nantinya akan ada penindakan, kemungkinan berupa tilang,” kata Nouvael, Selasa (13/10/2026).
Ia menegaskan, penertiban tidak hanya berhenti pada pemberian imbauan. Apabila pelanggaran tetap terjadi, petugas akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembahasan lanjutan akan dilakukan melalui Forum Lalu Lintas yang digelar rutin setiap bulan. Forum tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus koordinasi untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan lalu lintas di Kabupaten Sumenep.
Nouvael berharap penataan parkir dan pengendalian jam masuk truk dapat mengurangi kemacetan di pusat kota. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tersebut juga bergantung pada kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
“Kami berharap transportasi ke depan berjalan lancar, tidak ada kemacetan di mana-mana. Kami juga berharap ada kesadaran masyarakat, karena kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” pungkasnya.















