OkeDailyJatim – Laut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kepulauan Sumenep. Bagi sebagian santri Pondok Pesantren Darurrahman, perjalanan laut bukan sekadar aktivitas, melainkan bagian dari keseharian saat pulang dan kembali ke kampung halaman.
Karena itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget turun langsung memberikan edukasi keselamatan pelayaran kepada para santri dan santriwati di Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.
Pesan keselamatan disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan para peserta. Sebab, banyak santri berasal dari Kangean, Sapudi, Raas, Sapeken, Masalembu, serta sejumlah wilayah kepulauan lainnya di Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa generasi muda kepulauan perlu memiliki pengetahuan dasar keselamatan sebelum menggunakan transportasi laut dalam berbagai kondisi perjalanan.
“Para santri dan santriwati ini merupakan pengguna jasa maritim yang sangat aktif. Karena itu, edukasi keselamatan perlu diberikan sejak dini.” ujarnya, Jum’at (02/10/2026).
Menurut Azwar, keselamatan pelayaran tidak cukup hanya dipahami oleh awak kapal dan petugas. Penumpang juga perlu mengetahui prosedur dasar agar dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat selama berada di laut.
Edukasi tersebut kemudian dikemas secara interaktif. Tim operasional KSOP Kalianget memperkenalkan sejumlah perlengkapan keselamatan kapal, mulai dari nama, fungsi, hingga cara penggunaannya ketika keadaan darurat terjadi.
Para santri tidak hanya duduk mendengarkan materi. Mereka juga mendapat kesempatan melihat demonstrasi penggunaan perlengkapan keselamatan secara langsung sehingga informasi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diingat.
Azwar berharap pengetahuan keselamatan yang diterima para santri dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke daerah asal. Lebih dari itu, pesan keselamatan diharapkan ikut menyebar kepada keluarga dan masyarakat.
“Kami ingin membekali mereka dengan pengetahuan keselamatan agar mampu melindungi diri sendiri sekaligus menjadi pelopor keselamatan pelayaran.” kata Azwar Anas.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog. Sejumlah pertanyaan disampaikan terkait perjalanan laut, kondisi cuaca buruk, prosedur keselamatan, hingga aturan yang wajib dipatuhi penumpang ketika berada di atas kapal.
Bagi masyarakat kepulauan Sumenep, pemahaman seperti ini memiliki arti penting. Mobilitas antarpulau membuat pengetahuan mengenai keselamatan menjadi salah satu bekal yang perlu dimiliki setiap pengguna jasa transportasi laut.
Azwar menilai budaya keselamatan harus dibangun secara bersama dan dimulai dari lingkungan terdekat. Edukasi kepada generasi muda menjadi salah satu cara menanamkan kebiasaan untuk selalu mengutamakan keselamatan.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian bersama. Pengetahuan yang diperoleh santri diharapkan dapat diterapkan ketika menggunakan transportasi laut.” tegasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Deklarasi Keselamatan Pelayaran. Para santri dan santriwati mengikuti deklarasi sebagai bentuk komitmen untuk mematuhi ketentuan dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan laut.
Bagi KSOP Kalianget, deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni. Komitmen keselamatan diharapkan menjadi pesan yang dibawa para santri ke lingkungan keluarga dan masyarakat ketika mereka kembali ke daerah masing-masing.
Azwar berharap kesadaran keselamatan yang ditanamkan sejak lingkungan pendidikan dapat berkembang menjadi budaya keselamatan yang lebih luas di tengah masyarakat kepulauan Sumenep.
“Kami berharap kesadaran keselamatan ini terus tumbuh sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi ketentuan dalam setiap perjalanan laut.” harap Azwar Anas.
Edukasi kepada santri ini memperlihatkan bahwa keselamatan pelayaran dapat dimulai dari ruang pendidikan. Pengetahuan sederhana tentang perlengkapan dan prosedur keselamatan dapat menjadi bekal penting bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.
Langkah tersebut juga memperkuat upaya KSOP Kalianget dalam membangun kesadaran keselamatan di wilayah kerja pelabuhan dan kepulauan Sumenep. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi kepedulian seluruh pengguna transportasi laut.
Dengan semakin banyak masyarakat memahami aturan, perlengkapan keselamatan, dan tindakan saat menghadapi keadaan darurat, perjalanan laut diharapkan dapat berlangsung lebih aman. Edukasi berkelanjutan menjadi bagian penting menuju budaya keselamatan dan target Zero Accident sektor transportasi laut.















