Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka, Keadilan Restoratif Jadi Jalan Pemulihan

- Editorial Team

Rabu, 23 September 2026 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka, Keadilan Restoratif Jadi Jalan Pemulihan

Kejari Sumenep Hentikan Penuntutan Dua Tersangka, Keadilan Restoratif Jadi Jalan Pemulihan

OkeDailyJatim – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep kembali menempuh mekanisme keadilan restoratif dalam penyelesaian perkara pidana. Dua tersangka kini dihentikan penuntutannya.

Dua tersangka tersebut yakni Hodri bin almarhum Abdurrahman dan Hamdi bin Sa’at. Penghentian penuntutan dilakukan setelah terbit penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Sumenep.

Penetapan penghentian penuntutan itu diserahkan di Kantor Kejari Sumenep, Rabu (23/9/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyerahan dilakukan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Sumenep, Vinsensius Tampubolon, S.H., M.H., bersama Kasubsi Prapenuntutan, Rizqi, S.H.

Baca Juga:  Kapolresta Sumenep Kerahkan Polwan Amankan Sholat Jumat dan Atur Arus Lalu Lintas

Kajari Sumenep Nislianuddin, M.H., melalui Vinsensius menjelaskan, penghentian penuntutan tersebut merupakan tindak lanjut penyelesaian perkara berdasarkan mekanisme keadilan restoratif.

“Setelah penetapan penghentian penuntutan diterbitkan Ketua Pengadilan Negeri Sumenep, proses penuntutan terhadap kedua tersangka resmi dihentikan,” kata Jaksa Vinsensius, Rabu (23/09/2026).

Menurut Vinsensius, mekanisme keadilan restoratif tidak diterapkan secara sembarangan. Setiap perkara terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif dilakukan setelah seluruh persyaratan yang ditentukan terpenuhi sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendekatan tersebut membuka ruang penyelesaian perkara dengan memperhatikan aspek pemulihan. Namun, pelaksanaannya tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Baca Juga:  Polisi Peduli Pendidikan, Kapolresta Sumenep Tanamkan Pesan Kamtibmas kepada Anak SD

“Penghentian penuntutan melalui keadilan restoratif tetap berpedoman pada ketentuan hukum serta mempertimbangkan proses pemulihan bagi para pihak,” tegas Jaksa Vinsensius Tampubolon, S.H., M.H.,

Dengan penetapan tersebut, Kejari Sumenep hingga 23 September 2026 telah menyerahkan surat penetapan penghentian penuntutan melalui mekanisme keadilan restoratif terhadap lima orang tersangka.

Capaian itu menunjukkan adanya penerapan pendekatan restoratif dalam penanganan perkara pidana di wilayah hukum Kejari Sumenep. Proses hukum tetap berjalan sesuai aturan.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Latihan, Yonif TP 931/KJ Pacu Ketangguhan Prajurit Lewat Renang Militer dan Mountenering

Keadilan restoratif sendiri memberikan ruang penyelesaian perkara dengan tidak hanya melihat aspek pemidanaan. Pendekatan ini juga memperhatikan pemulihan dan kepentingan para pihak.

Melalui mekanisme tersebut, penyelesaian perkara diarahkan untuk menghasilkan proses yang sesuai hukum sekaligus membuka ruang pemulihan hubungan maupun keadaan yang terdampak perkara.

Kejari Sumenep memastikan setiap penghentian penuntutan melalui mekanisme keadilan restoratif dilakukan berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan serta penetapan pengadilan.

Langkah penghentian penuntutan terhadap Hodri dan Hamdi pun menambah daftar perkara yang diselesaikan melalui pendekatan keadilan restoratif di lingkungan Kejari Sumenep.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPBD Sumenep Gandeng Pramuka, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana
Patroli Gabungan TNI-Polri di Sumenep, Yonif TP 931 dan Polresta Sisir Sejumlah Titik Strategis
Pil Berlogo Y Ditemukan di Kacongan, Dua Pemuda Kini Berhadapan dengan Hukum
IKSPI Kera Sakti Satukan Perguruan Silat di Sumenep, IPSI Soroti Pentingnya Persaudaraan
Ribuan Pengunjung Serbu Festival Seafood Ambunten 2026, 15 Desa Unjuk Potensi, UMKM Jadi Sorotan
Festival Seafood Ambunten 2026 Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir
Yonif TP 931/KJ Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme, 160 Siswa SDIT Al-Hidayah Sumenep Belajar Langsung di Markas TNI
Kepedulian Bupati Sumenep Dirasakan Warga Tonduk, Camat Fikri Apresiasi Bantuan 150 Jerigen Air Bersih

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 20:39 WIB

BPBD Sumenep Gandeng Pramuka, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana

Minggu, 8 November 2026 - 17:25 WIB

Patroli Gabungan TNI-Polri di Sumenep, Yonif TP 931 dan Polresta Sisir Sejumlah Titik Strategis

Minggu, 8 November 2026 - 11:57 WIB

Pil Berlogo Y Ditemukan di Kacongan, Dua Pemuda Kini Berhadapan dengan Hukum

Minggu, 8 November 2026 - 11:40 WIB

IKSPI Kera Sakti Satukan Perguruan Silat di Sumenep, IPSI Soroti Pentingnya Persaudaraan

Sabtu, 7 November 2026 - 21:59 WIB

Festival Seafood Ambunten 2026 Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pesisir

Berita Terbaru