OkeDailyJatim – Kekeringan bukan sekadar tanah yang kehilangan air. Ada cerita, budaya, dan kehidupan warga Madura yang ikut terdampak.
Pesan itu mengemuka dalam bedah buku Tanah Kerontang di Madura yang digelar Dispusip Sumenep, Selasa (22/9/2026).
Buku karya Avan Fathurrahman tersebut menjadi ruang diskusi tentang lingkungan, budaya, serta kehidupan masyarakat Madura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan itu menghadirkan Avan Fathurrahman sebagai penulis, serta Dr. Abdul Kadir dan Afifuddin sebagai pembedah buku.
Kepala Dispusip Sumenep Rudi Yuyianto, SE., M.Si., mengatakan bedah buku menjadi ruang membaca kembali Madura melalui karya lokal.
“Buku menjadi jendela untuk melihat Madura, termasuk lingkungan, budaya, dan kehidupan masyarakat dari dekat,” kata Rudi Yuyianto, SE,MSi
Menurut Rudi, Madura memiliki kekayaan tradisi, kearifan lokal, dan pengalaman masyarakat yang penting untuk terus didokumentasikan.
“Pengetahuan lokal perlu dirawat agar tidak hilang dan tetap dapat dikenali generasi yang akan datang,” ujarnya.
Ia menilai karya tentang kehidupan masyarakat memiliki nilai penting sebagai sumber pengetahuan sekaligus rekam jejak perjalanan daerah.
“Pengalaman masyarakat yang ditulis menjadi buku akan menjadi pengetahuan berharga bagi generasi berikutnya,” ungkap Rudi Yuyianto.
Rudi berharap kegiatan bedah buku mampu membuka ruang lahirnya karya baru tentang Sumenep dan Madura dari berbagai perspektif.
“Semoga semakin banyak karya yang merekam Sumenep dan Madura dengan sudut pandang yang beragam,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya pelajar, menjadikan membaca sebagai cara memahami perubahan zaman dan lingkungan sekitar.
“Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu kita mengenal dan merawat tanah tempat berpijak,” pungkas Rudi.
Bedah buku tersebut diikuti sejumlah siswa dan guru SMP serta SMA sederajat di wilayah Kota Sumenep.
Kehadiran pelajar diharapkan memperluas ruang literasi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial.
Melalui forum ini, buku tidak hanya hadir sebagai bacaan, tetapi juga menjadi jembatan pengetahuan antara pengalaman masa lalu dan generasi masa depan.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















