OkeDailyJatim – Upaya membangun lingkungan kerja yang berintegritas di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, terus diperkuat.
Sebanyak 356 aparatur sipil negara (ASN), termasuk yang bertugas di wilayah daratan dan kepulauan, mengikuti Sosialisasi Whistleblowing System (WBS) melalui Zoom Meeting, Kamis (17/9/2026).
Sosialisasi WBS tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur dalam memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui WBS, ASN maupun masyarakat memiliki kanal untuk menyampaikan laporan atau pengaduan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran.
Kehadiran sistem ini diharapkan tidak sekadar menjadi mekanisme pelaporan, tetapi juga mendorong lahirnya budaya kerja yang terbuka, bertanggung jawab, dan berani melakukan perbaikan.
Kepala Kemenag Sumenep, H. Abdul Wasid, M.Pd., menegaskan bahwa keberadaan WBS harus ditempatkan dalam semangat membangun organisasi, bukan menciptakan rasa saling curiga di antara sesama ASN.
“WBS jangan dipahami sebagai sarana untuk saling mencari kesalahan. Kita niatkan sebagai wahana saling mengingatkan dalam kebaikan, watawa saubil haq, saling mengingatkan dalam kebenaran,” kata Abdul Wasid.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam sosialisasi. Bagi Abdul Wasid, keberanian menyampaikan informasi harus berjalan beriringan dengan niat yang baik, data yang benar, serta tanggung jawab terhadap setiap laporan yang disampaikan.
Sebab, budaya integritas tidak lahir hanya dari aturan dan sistem. Integritas tumbuh ketika setiap individu di dalam organisasi memiliki kepedulian untuk menjaga amanah, mengingatkan ketika terjadi kekeliruan, dan bersedia memperbaiki hal-hal yang masih perlu dibenahi.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















