Dinas Perikanan Sumenep Dorong Inovasi Perikanan Berkelanjutan Lewat Circular Economy Living Lab

- Editorial Team

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perikanan Sumenep Dorong Inovasi Perikanan Berkelanjutan Lewat Circular Economy Living Lab

Dinas Perikanan Sumenep Dorong Inovasi Perikanan Berkelanjutan Lewat Circular Economy Living Lab

OkeDailyJatim – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus diperkuat melalui program pengabdian kepada masyarakat LPDP UTM.

Program tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen UTM bersama sejumlah unsur pemerintah daerah untuk mendorong inovasi pengolahan hasil perikanan di wilayah pesisir Sumenep.

Kegiatan ini mempertemukan Kaban BRIDA, Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Camat Pasongsongan, serta akademisi UTM dalam membangun solusi berbasis teknologi bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu fokus program ialah pengembangan inovasi mesin pengolahan hasil perikanan untuk mendukung kelompok pengolah hasil perikanan, termasuk Poklahsar Sari Jaya Desa Pasongsongan.

Selain itu, program juga diarahkan untuk memperkuat Poklahsar Maduratna, kelompok pengolah terasi di Kecamatan Ambunten, sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis potensi hasil perikanan lokal.

Kadis Perikanan Sumenep Agus Sulasno, SH, MH mengatakan, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat usaha masyarakat pesisir.

“Kami ingin inovasi yang dikembangkan UTM benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan nilai tambah hasil perikanan.” kata Agus Sulasno, Jum’at (28/08/2026).

Baca Juga:  Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Menurut Agus, dukungan teknologi pengolahan diharapkan mampu membuat kelompok pengolah hasil perikanan semakin produktif. Pengembangan usaha juga dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan.

“Mesin pengolahan bukan sekadar bantuan alat, tetapi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan daya saing Poklahsar.” ujarnya.

Program pengabdian masyarakat LPDP UTM juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung di tengah masyarakat.

Kehadiran akademisi di lapangan diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan inovasi teknologi yang dikembangkan melalui riset dan pendampingan.

Dr. Sabaruddin, ST, MT menjadi bagian dari unsur akademisi yang terlibat dalam pengembangan inovasi tersebut. Sinergi keilmuan dan kebutuhan lapangan menjadi bagian penting kegiatan.

Pemerintah daerah melalui OPD terkait memberikan dukungan agar inovasi mesin pengolahan hasil perikanan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat.

Poklahsar Sari Jaya Desa Pasongsongan dan Poklahsar Maduratna Kecamatan Ambunten menjadi bagian dari kelompok pengolah hasil perikanan yang diharapkan memperoleh penguatan melalui program tersebut.

Baca Juga:  DPMD Sumenep dan Kecamatan Dasuk Perkuat Penyusunan RKPDesa 2027 untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkualitas

Poklahsar Maduratna memiliki potensi dalam pengolahan terasi yang menjadi salah satu produk olahan hasil perikanan masyarakat pesisir Kecamatan Ambunten.

Penguatan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta pendampingan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk terasi sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi anggota kelompok.

“Poklahsar Sari Jaya dan kelompok pengolah lainnya kami harapkan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sehingga hasil perikanan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.” harap Agus Sulasno.

Selain teknologi, pendampingan menjadi faktor penting agar inovasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Mahasiswa dan dosen UTM diharapkan membantu proses transfer pengetahuan kepada kelompok masyarakat.

“Kami ingin ada keberlanjutan setelah program selesai. Masyarakat harus mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan pemanfaatan mesin sesuai kebutuhan usahanya.” jelasnya.

Kolaborasi Pemkab Sumenep, UTM, BRIDA, Dinas Perikanan, Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Ambunten, serta masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendorong hilirisasi hasil perikanan.

Baca Juga:  PPID Kemenag Sumenep Matangkan Strategi, Bidik Hasil Maksimal pada Monev KIP 2026

Agus menambahkan, pengembangan teknologi harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, inovasi harus memiliki manfaat ekonomi yang dapat dirasakan kelompok penerima.

“Harapan kami, inovasi ini tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir Sumenep.” pungkas Agus Sulasno.

Program tersebut sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor perikanan. Hasil dan sisa pengolahan dapat dikembangkan menjadi bagian dari produk bernilai tambah.
Kerja sama ini tertuang dalam kontrak Nomor 118/A.DST/0.04/AL.04.03/2026 dan B/1112/UN14.1/PT.01.03/2026 sebagai bagian dari dukungan pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Melalui program pengabdian masyarakat LPDP UTM, inovasi teknologi diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus. Pengetahuan dan teknologi harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari Pasongsongan hingga Ambunten, sinergi akademisi, pemerintah, dan kelompok masyarakat diharapkan melahirkan model pengolahan hasil perikanan yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Sumenep.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi dan Penutupan HUT RI ke-81 di Gapura, Momentum Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman
Kepedulian Camat Gayam di Balik Penyaluran BLT DD untuk Warga Tuna Netra
Guru Jadi Garda Integritas, Kemenag Sumenep Dorong Pelayanan Bersih dan Transparan
Bidang PAUD dan PNF Disdik Sumenep Kebut Regulasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Kadisdik Sumenep Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah untuk Perkuat Fondasi Anak
Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Sumenep Bukan Sekadar Hak, Abdul Wasid: Ada Amanah dan Integritas yang Terselip
Wabup Sumenep Hadiri Haul Syuhada Kemerdekaan KH Abdullah Sajjad, Kobarkan Semangat Perjuangan Ulama
Dinsos P3A Sumenep dan Baznas Responsif Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Puting Kencang

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:29 WIB

Maulid Nabi dan Penutupan HUT RI ke-81 di Gapura, Momentum Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman

Selasa, 8 September 2026 - 13:57 WIB

Kepedulian Camat Gayam di Balik Penyaluran BLT DD untuk Warga Tuna Netra

Selasa, 8 September 2026 - 10:24 WIB

Guru Jadi Garda Integritas, Kemenag Sumenep Dorong Pelayanan Bersih dan Transparan

Selasa, 8 September 2026 - 07:32 WIB

Bidang PAUD dan PNF Disdik Sumenep Kebut Regulasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Sumenep Bukan Sekadar Hak, Abdul Wasid: Ada Amanah dan Integritas yang Terselip

Berita Terbaru