Bukan Sekadar Latihan, Yonif TP 931/KJ Pacu Ketangguhan Prajurit Lewat Renang Militer dan Mountenering

- Editorial Team

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Sekadar Latihan, Yonif TP 931/KJ Pacu Ketangguhan Prajurit Lewat Renang Militer dan Mountenering

Bukan Sekadar Latihan, Yonif TP 931/KJ Pacu Ketangguhan Prajurit Lewat Renang Militer dan Mountenering

OkeDailyJatim – Kemampuan prajurit tidak hanya diuji di medan pertempuran. Ketahanan fisik, keberanian, kedisiplinan, hingga kemampuan menghadapi medan sulit menjadi modal penting yang terus diasah Yonif TP 931/KJ.

Hal itu diwujudkan melalui latihan renang militer dan mountenering yang digelar prajurit Yonif TP 931/KJ di Kolam Renang Tirta Sumenep dan Kampus Universitas Wiraraja Sumenep.

Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit agar tetap memiliki kesiapan fisik dan mental. Setiap personel dituntut mampu menjalankan teknik dengan disiplin sekaligus menjaga daya tahan tubuh selama latihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Danyonif TP 931/KJ, Mayor Inf Aditya Danang, mengatakan latihan dilakukan bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan fisik. Menurutnya, latihan merupakan proses membentuk kesiapan prajurit menghadapi berbagai kemungkinan medan dan situasi tugas.

Baca Juga:  Kurang dari 24 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Curanmor di Lenteng Sumenep

“Latihan ini menjadi bagian penting untuk membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, memiliki keberanian, serta siap menghadapi tantangan tugas di berbagai medan.” kata Mayor Inf Aditya Danang secara terpisah, Kamis (20/08/2026).

Renang militer menjadi salah satu kemampuan yang terus diasah. Keterampilan tersebut membutuhkan perpaduan antara teknik berenang, kekuatan fisik, pengendalian pernapasan, dan kemampuan menjaga konsentrasi dalam kondisi yang menuntut.

Sementara mountenering memberikan tantangan berbeda. Prajurit dituntut memahami teknik pergerakan pada medan yang memiliki tingkat kesulitan tertentu, sekaligus mampu mengendalikan diri dan menjaga keselamatan selama menjalankan latihan.

Baca Juga:  Polantas Menyapa, Teguran Humanis Satlantas Polresta Sumenep untuk Keselamatan Pengendara

Mayor Inf Aditya Danang menegaskan, latihan harus dilaksanakan secara serius dan terukur. Setiap tahapan menjadi evaluasi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan prajurit sekaligus menemukan aspek yang masih perlu ditingkatkan.

“Kami ingin setiap prajurit memiliki kemampuan yang teruji. Karena itu, latihan dilaksanakan secara bertahap, terukur, disiplin, dan tetap mengutamakan faktor keamanan.” tegasnya.

Menurut dia, konsistensi latihan menjadi kunci dalam membangun profesionalisme prajurit. Kemampuan yang diperoleh tidak boleh berhenti pada kegiatan latihan, tetapi harus menjadi bekal ketika personel menghadapi tugas sebenarnya.

Karena itu, latihan renang militer dan mountenering diharapkan mampu meningkatkan daya tahan, keberanian, ketangkasan, serta kesiapsiagaan seluruh prajurit Yonif TP 931/KJ.

Baca Juga:  Khirata Foundation Semarakkan HUT ke-81 RI, Ajak Sahabat Yatim Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kebahagiaan

“Kemampuan prajurit harus terus dipelihara dan ditingkatkan. Dengan latihan yang rutin, kami berharap personel semakin siap, profesional, dan mampu melaksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab.” pungkas Mayor Inf Aditya Danang.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Yonif TP 931/KJ dalam membangun kualitas sumber daya manusia prajurit.

Latihan yang konsisten menjadi fondasi untuk menciptakan personel yang memiliki fisik prima, mental kuat, serta kemampuan yang semakin matang.

Bagi prajurit, latihan bukan sekadar rutinitas. Setiap gerakan, tantangan, dan evaluasi menjadi bagian dari proses panjang untuk membentuk kesiapan menghadapi tugas.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua
Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan
Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak
Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten
Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan
Ketika Kepedulian Menjadi Kebahagiaan, KBS Sumenep Santuni 25 Anak Yatim di Saroka

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi

Berita Terbaru