Tim PAKEM Sumenep Sisir Lima Tempat Ibadah Lintas Agama, Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan

- Editorial Team

Kamis, 5 November 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Konflik Keagamaan, PAKEM Sumenep Sambangi Gereja, Masjid hingga Klenteng

Cegah Konflik Keagamaan, PAKEM Sumenep Sambangi Gereja, Masjid hingga Klenteng

OkeDailyJatim – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Sumenep mengunjungi lima tempat ibadah lintas agama, Kamis (5/11/2026). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kerukunan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi konflik berdimensi agama. Pemerintah bersama aparat keamanan ingin memastikan kehidupan masyarakat tetap aman, damai, dan harmonis.

Ketua Tim PAKEM Sumenep, Nislianudin, S.H., M.H., yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, memimpin langsung kegiatan tersebut. Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut mengikuti kunjungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima tempat ibadah yang dikunjungi meliputi Gereja Bethel, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sahabat Allah, Masjid LDII, Gereja Katolik Paroki Maria Gunung Karmel Pabian, serta Klenteng Pao Xian Lin Kong Sumenep.

Baca Juga:  Kemenag Sumenep Perkuat Kinerja ASN, Enam Prinsip Qur’ani Jadi Sorotan

Kegiatan ini juga melibatkan Kapolresta Sumenep, Dandim 0827, perwakilan BIN, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua FKUB, dan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sumenep.

Melalui kunjungan langsung, Tim PAKEM berupaya membangun komunikasi dengan komunitas keagamaan. Pendekatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengetahui kondisi kehidupan beragama dan mengantisipasi potensi persoalan sejak dini.

Ketua FKUB Kabupaten Sumenep, KHR. Ach. Qusyairi Zaini, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama menjadi kekuatan penting untuk menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan melalui forum formal atau slogan. Kerukunan harus dirawat dengan perjumpaan, komunikasi, silaturahmi, dan kesediaan saling mendengarkan. Kehadiran pemerintah secara langsung akan memperkuat kepercayaan masyarakat,” kata KH. Qusyairi.

Baca Juga:  Bentuk Generasi Muda Tangguh, Yonif TP 931/KJ Bekali Pramuka MAN Sumenep Ilmu Survival

Ia menilai, pencegahan konflik harus dimulai dengan kemampuan membaca situasi dan mengenali potensi persoalan. Dengan begitu, setiap perbedaan maupun kesalahpahaman dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi ketegangan sosial.

“Jangan menunggu konflik terjadi baru kita mencari jalan keluar. Potensi persoalan harus dibaca sejak awal melalui komunikasi dan koordinasi. Pencegahan jauh lebih baik daripada menangani konflik ketika sudah berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa toleransi bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama. Setiap umat memiliki kebebasan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan tetap menghormati hak orang lain.

“Kita tidak harus sama dalam urusan akidah dan tata cara ibadah untuk bisa hidup berdampingan secara damai. Perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan. Menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Musnahkan Barang Bukti 43 Perkara Inkracht, Ratusan Gram Sabu hingga Ribuan Pil Dimusnahkan

Menurut KH. Qusyairi, keberagaman agama, budaya, dan tradisi di Kabupaten Sumenep merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun daerah yang aman dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Ia berharap sinergi Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BIN, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, FKUB, MUI, dan para tokoh agama terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan.

“Kami berharap kunjungan lintas agama tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Silaturahmi dan dialog perlu terus dilakukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif,” pungkas Ketua FKUB KH. Qusyairi.

Melalui kegiatan ini, Tim PAKEM Sumenep diharapkan semakin optimal menjaga stabilitas daerah. Kerukunan antarumat beragama pun diharapkan terus terpelihara sehingga keberagaman menjadi kekuatan pemersatu masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Juara AKSI PAI Sumenep Terima Piala, Kemenag Tekankan Pembentukan Generasi Islami
Pastikan Kualitas Pembangunan, Tim Dalproggar Kemhan Periksa Markas Yonif TP 931/KJ
Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Sumenep Gelar Ramp Check di Terminal Arya Wiraraja
Sabu Disimpan dalam Lipatan Sarung, Pria di Sumenep Diamankan Polisi
TNI-Polri Siaga Bencana di Sumenep, Yonif TP 931/KJ Pastikan Personel dan Peralatan Siap
Pemerintah Kecamatan Dasuk Apresiasi Respons Cepat BPBD Sumenep Tangani Pohon Tumbang
Nia Kurnia Fauzi Kobarkan Persatuan PKK Sumenep, Singkirkan Sekat Demi Kesejahteraan Rakyat
Guru Asal Masalembu Sumenep Raih Juara 1 Jawa Timur 2026, Siap Melaju ke Nasional

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:10 WIB

Tim PAKEM Sumenep Sisir Lima Tempat Ibadah Lintas Agama, Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan

Kamis, 5 November 2026 - 18:00 WIB

Juara AKSI PAI Sumenep Terima Piala, Kemenag Tekankan Pembentukan Generasi Islami

Kamis, 5 November 2026 - 17:05 WIB

Pastikan Kualitas Pembangunan, Tim Dalproggar Kemhan Periksa Markas Yonif TP 931/KJ

Kamis, 5 November 2026 - 12:19 WIB

Tekan Risiko Kecelakaan, Satlantas Sumenep Gelar Ramp Check di Terminal Arya Wiraraja

Kamis, 5 November 2026 - 09:38 WIB

Sabu Disimpan dalam Lipatan Sarung, Pria di Sumenep Diamankan Polisi

Berita Terbaru