OkeDailyJatim – Harapan akhirnya kembali setelah 11 hari. Asdan, nelayan asal Pulau Manuk, Desa Sonok, Kecamatan Gayam, Sumenep, pulang dengan selamat setelah sempat terdampar di Karimunjawa.
Selama 11 hari berada di tengah laut, Asdan harus bertahan dalam situasi yang tidak mudah. Hingga akhirnya, ia ditemukan dan berhasil dijemput untuk kembali ke Sumenep.
Kepulangan Asdan menjadi kabar yang melegakan bagi keluarga. Setelah tiba di Kabupaten Sumenep, pemerintah langsung memberikan perhatian dan memastikan kondisi Asdan mendapat penanganan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Sumenep melalui Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep hadir menjemput Asdan. Ia kemudian ditempatkan sementara di Rumah Perlindungan Sosial atau RPS untuk beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Dr. R. Abd Rahman Riadi SE MM, mengatakan pemerintah bersyukur Asdan dapat kembali dengan selamat setelah melewati masa sulit selama berada di laut.

“Alhamdulillah, Asdan sudah kembali dengan selamat. Pemerintah hadir untuk memastikan warga yang mengalami musibah mendapat perhatian dan pendampingan.” kata Dr. Rahman Riadi kepada media ini, Jum’at (28/08/2026)
Di RPS Dinsos P3A Sumenep, perhatian kepada Asdan tidak berhenti pada pemulihan kondisi. Ia juga menerima santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah setelah melewati perjalanan berat tersebut.
Santunan itu diserahkan langsung oleh Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos, M.SI. Penyerahan santunan menjadi simbol bahwa warga yang tertimpa musibah tidak dibiarkan menghadapi kesulitannya seorang diri.
Bagi Asdan, kepulangan tersebut tentu memiliki arti yang dalam. Setelah berhari-hari jauh dari rumah dan keluarga, langkahnya kembali ke tanah Sumenep menjadi perjalanan menuju rasa aman.
Dr R Abd Rahman Riadi menyampaikan, setelah beristirahat dan kondisi kesehatannya diperiksa, Asdan kemudian dibantu untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah asalnya.
“Setelah beristirahat dan diperiksa kesehatannya, Asdan kami antar menuju Pelabuhan Kalianget untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Sapudi.” ujarnya.

Pagi harinya, Asdan diantar menuju Pelabuhan Kalianget. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sapudi untuk kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat di daerah asalnya.
Kepulangan Asdan menjadi gambaran nyata kehadiran Pemkab Sumenep ketika warganya menghadapi situasi sulit. Pemerintah hadir sejak proses penjemputan hingga memastikan korban dapat kembali menuju keluarganya.
Menurut Dr R Abd Rahman Riadi, perhatian pemerintah merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pendampingan setelah mengalami musibah.
“Kami ingin memastikan warga yang mengalami musibah tetap mendapat pendampingan. Kepulangan Asdan menjadi kabar bahagia bagi kita semua.” pungkas Kadinsos P3A Dr. R. Rahman Riadi, SE, MM.
Kisah Asdan akhirnya bukan hanya tentang seorang nelayan yang berhasil pulang setelah 11 hari di laut. Lebih dari itu, kepulangannya menjadi cerita tentang harapan, kepedulian, dan tangan pemerintah yang hadir ketika warganya membutuhkan pertolongan.
Kini, perjalanan panjang itu perlahan menjadi kenangan. Asdan telah kembali menapaki jalan menuju kampung halaman, membawa satu kabar paling berharga bagi keluarganya: ia pulang dengan selamat.















