Hairuddin mengungkapkan konsistensi pembinaan menjadi faktor penting dalam membangun budaya prestasi di madrasah. Karena itu, latihan terus diarahkan agar kemampuan akademik berjalan bersama karakter dan kepercayaan diri.
“Kami ingin setiap murid berani menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi lahir dari latihan konsisten, keberanian mencoba, serta kemauan memperbaiki diri setiap saat,” ungkapnya.
Program pembinaan tersebut sejalan dengan kebutuhan kompetisi madrasah yang semakin menuntut kemampuan analisis dan pemecahan masalah. OMI 2026 sendiri mencakup bidang sains untuk jenjang MTs, termasuk Matematika, IPA, dan IPS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui pembinaan yang terjadwal, MTsN 2 Sumenep berharap lahir murid yang tidak hanya unggul dalam penguasaan materi. Mereka juga diharapkan siap tampil percaya diri di berbagai kompetisi akademik.
Bagi madrasah, Olimpiade bukan sekadar arena mencari juara. Kompetisi menjadi sarana membentuk pola pikir kritis, ketekunan, keberanian, dan semangat berprestasi yang dapat menjadi bekal murid menghadapi masa depan.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2















