“Pembinaan harus dilakukan secara konsisten. Potensi atlet lokal sangat penting untuk dipetakan, dibina, dan diberikan kesempatan agar mampu meraih prestasi,” ungkap Fikriyanto.
Selain pembinaan atlet, kepengurusan baru juga akan menghadapi tantangan memperluas perkembangan fitness sebagai bagian dari budaya olahraga masyarakat.
“Kami ingin olahraga fitness semakin dikenal sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus menjadi pintu masuk lahirnya atlet-atlet baru di Sumenep,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fikriyanto menegaskan, periode kepengurusan 2026-2030 harus diisi dengan kerja nyata. Karena itu, sinergi internal dan dukungan berbagai elemen olahraga menjadi bagian penting dalam menjalankan program PBFI.
“Target kami bukan hanya menjalankan organisasi, tetapi menghadirkan program yang benar-benar terasa manfaatnya bagi atlet dan masyarakat pencinta olahraga di Sumenep,” pungkas Fikriyanto.
Muskab PBFI Sumenep akhirnya tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat organisasi dan menyusun langkah pembinaan empat tahun ke depan.
Dengan terpilihnya Fikriyanto, PBFI Sumenep kini memiliki nahkoda baru. Tantangan berikutnya adalah membuktikan kepemimpinan tersebut melalui program pembinaan dan prestasi atlet.
Harapan besar pun mengiringi periode baru PBFI Sumenep. Dari gym dan komunitas fitness, potensi atlet diharapkan terus tumbuh hingga mampu membawa nama Sumenep bersaing di berbagai ajang olahraga.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2















