Merek Produk Lokal Sumenep Diperkuat, UMKM Didorong Tembus Pasar Nasional

- Editorial Team

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD Program Hibah Penelitian Fundamental Reguler Kemendiktisaintik 2026

FGD Program Hibah Penelitian Fundamental Reguler Kemendiktisaintik 2026

OkeDailyJatim – Produk lokal Sumenep didorong naik kelas melalui penguatan merek dan legalitas usaha mikro yang semakin strategis.

Upaya tersebut dibahas dalam FGD Program Hibah Penelitian Fundamental Reguler Kemendiktisaintek Tahun 2026 bersama pelaku UMKM.

FGD mengangkat strategi perlindungan hukum merek produk lokal berbasis pemberdayaan usaha mikro untuk memperkuat ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi dipimpin Dr. Wilda Rasaili, M.A., dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pelaku usaha dari berbagai sektor.

Forum menggali pengalaman UMKM dalam mengurus legalitas, mendaftarkan merek, serta memperoleh perlindungan hukum atas produk mereka.

Baca Juga:  Innovations in Business Models: Disruptive Technologies and Emerging Trends

Peserta berasal dari sektor kuliner, kerajinan, jasa digital, makanan ringan, batik, hingga produk herbal yang berkembang di Sumenep.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, termasuk Owner CV Al-Maliki Herbal dan Ketua Paguyuban UMKM Sumenep.

Perwakilan pemasaran UMKM Indomaret-Alfamart, Owner Batik Madura, Diskoperindag, serta Bagian Hukum Setda juga mengikuti forum.

Legalitas menjadi sorotan karena merek bukan sekadar nama, melainkan identitas usaha yang membangun kepercayaan konsumen dan nilai ekonomi.

Baca Juga:  Patroli Malam Polresta Sumenep Hadir di Tengah Warga, Polisi Menyapa untuk Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Perlindungan merek penting untuk mencegah identitas produk digunakan pihak lain yang berpotensi merugikan pelaku usaha mikro lokal.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membuka ruang bagi peserta menyampaikan persoalan, kebutuhan pendampingan, serta tantangan usaha.

Tim PFR 2026 diketuai Yayuk Sugiarti, M.H., bersama Dr. Wilda Rasaili, Dr. Nina Sa’idah Fitriyah, dan Mohammad Firlie Pranata., M.AK

Tim peneliti memetakan pemahaman hak kekayaan intelektual, legalitas produk, pendaftaran merek, serta kebutuhan pendampingan UMKM.

Masukan pemerintah dan pelaku usaha menjadi pijakan penting untuk menyusun rekomendasi penelitian yang sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Pelantikan IMM Sumenep Jadi Momentum Penguatan Kepemimpinan Muda, Sinergi Kampus dan Pemda Kian Menguat

Kesadaran hukum diperkuat agar pelaku UMKM mampu menjaga identitas produk sekaligus memperkokoh posisi bisnis menghadapi persaingan.

Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, desa, dan UMKM menjadi fondasi membangun ekosistem usaha lokal yang kuat dan berkelanjutan.

Perlindungan merek membuka peluang produk lokal Sumenep memperluas pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan bersaing nasional.

FGD PFR 2026 mempertemukan riset akademik dengan kebutuhan masyarakat untuk mendorong UMKM Sumenep semakin legal dan kompetitif.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maulid Nabi dan Penutupan HUT RI ke-81 di Gapura, Momentum Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman
Kepedulian Camat Gayam di Balik Penyaluran BLT DD untuk Warga Tuna Netra
Guru Jadi Garda Integritas, Kemenag Sumenep Dorong Pelayanan Bersih dan Transparan
Bidang PAUD dan PNF Disdik Sumenep Kebut Regulasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah
Kadisdik Sumenep Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah untuk Perkuat Fondasi Anak
Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Sumenep Bukan Sekadar Hak, Abdul Wasid: Ada Amanah dan Integritas yang Terselip
Wabup Sumenep Hadiri Haul Syuhada Kemerdekaan KH Abdullah Sajjad, Kobarkan Semangat Perjuangan Ulama
Dinsos P3A Sumenep dan Baznas Responsif Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Puting Kencang

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:29 WIB

Maulid Nabi dan Penutupan HUT RI ke-81 di Gapura, Momentum Rawat Persatuan di Tengah Keberagaman

Selasa, 8 September 2026 - 13:57 WIB

Kepedulian Camat Gayam di Balik Penyaluran BLT DD untuk Warga Tuna Netra

Selasa, 8 September 2026 - 10:24 WIB

Guru Jadi Garda Integritas, Kemenag Sumenep Dorong Pelayanan Bersih dan Transparan

Selasa, 8 September 2026 - 07:32 WIB

Bidang PAUD dan PNF Disdik Sumenep Kebut Regulasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Senin, 7 September 2026 - 08:29 WIB

Kenaikan Pangkat ASN Kemenag Sumenep Bukan Sekadar Hak, Abdul Wasid: Ada Amanah dan Integritas yang Terselip

Berita Terbaru