KH. Mohammad Rosyid, mengajak peserta tidak hanya mengaku mencintai Rasulullah, tetapi membuktikannya melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Cinta kepada Rasulullah tidak cukup diucapkan. Ia harus dibuktikan melalui akhlak dan perilaku yang mengikuti sunnah,” ujarnya.
Menurutnya, meneladani Rasulullah berarti menjaga kejujuran, amanah, kasih sayang, serta kepedulian kepada sesama dalam setiap keadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meneladani sunnah berarti menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan, termasuk saat menjalankan amanah dan melayani masyarakat,” kata KH. Mohammad Rosyid.
Santunan bagi 10 anak yatim menjadi simbol kepedulian dalam peringatan tersebut. Pesan sosial itu memperkuat makna Maulid sebagai momentum berbagi dan menumbuhkan kasih sayang.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa, dan ramah tamah. Suasana kebersamaan terasa kuat di antara seluruh keluarga besar Bappeda Sumenep.
Melalui Maulid Nabi, Bappeda Sumenep berharap semangat menghidupkan cinta dan meneladani sunnah terus menjadi bagian dari budaya kerja aparatur.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2















