Dr. Naghfir menilai edukasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak sekadar menggunakan layanan keuangan, tetapi memahami prinsip dan manfaat di balik setiap keputusan finansial.
“Kita ingin masyarakat memiliki pengetahuan sebelum mengambil keputusan keuangan. Dengan literasi yang baik, mereka dapat memilih layanan yang sesuai kebutuhan dan prinsip yang diyakini,” ungkap Dr. Naghfir.
Sementara itu, Bank Muamalat Indonesia akan menghadirkan Branch Manager, Dwira Putra Oktafiamdika, sebagai salah satu narasumber dalam forum tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Bank Muamalat diharapkan memberikan perspektif praktis mengenai perkembangan layanan perbankan syariah dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Forum ini tidak hanya membahas teori. Peserta juga diajak melihat peluang pengelolaan keuangan syariah sebagai bagian dari perencanaan masa depan keluarga.
Bagi Dr. Naghfir, membangun masa depan finansial tidak cukup hanya dengan mengejar jumlah aset. Aspek tata kelola, kebermanfaatan, dan tanggung jawab juga perlu diperhatikan.
“Masa depan finansial yang baik membutuhkan perencanaan. Keuangan syariah mengajarkan kita untuk mengelola harta dengan prinsip amanah, transparan, dan memperhatikan kemaslahatan,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Naghfir’s Institute, Bank Muamalat Indonesia, dan Majelis Kopi ingin membuka ruang diskusi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat literasi keuangan syariah di Sumenep. Masyarakat dapat mengikuti pembahasan secara langsung dalam suasana santai dan terbuka.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















