OkeDailyJatim – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, M.Pd., menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, dan penguatan mental aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Penegasan itu disampaikan saat memberikan pembinaan karier, prestasi, dan mental ASN Kantor Urusan Agama (KUA) Sapeken, Rabu (14/10/2026). Pembinaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
H. Abdul Wasid mengingatkan bahwa jabatan dan tanggung jawab yang diemban ASN merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, orientasi kerja aparatur tidak boleh berhenti pada penyelesaian tugas administratif, tetapi harus berujung pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setiap ASN harus mensyukuri amanah yang diberikan dan menjalankan tugas dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, serta berorientasi pada pelayanan. Pengabdian yang baik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata H. Abdul Wasid disela kegiatan.
Ia juga mendorong ASN KUA Sapeken untuk terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan prestasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Kemampuan tersebut diperlukan agar pelayanan keagamaan semakin mudah diakses, lebih cepat, serta mampu memenuhi harapan masyarakat secara profesional.
Di tengah perubahan pola pelayanan publik, Abdul Wasid menilai kecakapan teknis harus berjalan beriringan dengan sikap humanis. Keramahan, kesantunan, dan kepedulian menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pelayanan keagamaan.
“ASN harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berani berinovasi. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mempermudah pelayanan, tetapi sikap santun, ramah, dan profesional kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain peningkatan kualitas individu, penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral juga menjadi perhatian. ASN KUA Sapeken diharapkan aktif membangun komunikasi, melakukan konsultasi dengan pihak terkait, serta memperkuat sinergi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pelayanan keagamaan di wilayah kepulauan.
Menurut H. Abdul Wasid, kerja sama yang baik akan membantu meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat peran KUA sebagai institusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap aparatur perlu membangun pola kerja yang terbuka, responsif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
“Keberhasilan ASN tidak hanya dilihat dari pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dari dampak positif yang dirasakan masyarakat. Karena itu, koordinasi, kebersamaan, dan lingkungan kerja yang rukun harus terus dijaga agar pelayanan semakin berkualitas,” tutup H. Abdul Wasid.
Dirinya turut mengajak seluruh ASN menciptakan lingkungan kerja yang aman, solid, dan harmonis. Suasana kerja yang kondusif dinilai penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat tanggung jawab, serta mendorong setiap pegawai memberikan kontribusi terbaik.
Melalui pembinaan tersebut, ASN KUA Sapeken diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan yang tidak sekadar memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi juga memberikan kemudahan dan manfaat bagi umat.
Penguatan integritas, peningkatan kompetensi, serta kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi bagi KUA Sapeken untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di Kabupaten Sumenep, terutama dalam menjawab tantangan geografis dan kebutuhan masyarakat kepulauan.















