OkeDailyJatim – Riuh kebudayaan dan pesona wisata pesisir akan berpadu dalam Festival Kebudayaan Pesisir Utara Kabupaten Sumenep 2026.
Masyarakat Pantura, khususnya warga Kecamatan Dasuk, diajak menjadikan festival tersebut bukan sekadar tontonan, tetapi momentum untuk merawat budaya sekaligus menghidupkan potensi wisata daerah.
Festival Kebudayaan Pesisir Utara 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ajakan untuk hadir dan memeriahkan festival ini menjadi bagian dari semangat Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjadikan kebudayaan dan pariwisata sebagai kekuatan daerah.
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk datang bersama-sama menikmati sekaligus mendukung rangkaian kegiatan kebudayaan tersebut.
“Festival ini bukan hanya ruang untuk berkumpul dan menikmati hiburan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya yang menjadi identitas daerah,” kata Bupati Fauzi, Jum’at (21/08/2026).
Menurutnya, kekayaan budaya pesisir merupakan bagian penting dari wajah Kabupaten Sumenep. Karena itu, keberadaan festival diharapkan mampu mempertemukan tradisi, masyarakat, dan potensi wisata dalam satu perhelatan yang memberikan manfaat lebih luas.
Bagi Sumenep, pesisir bukan sekadar bentang alam. Di dalamnya terdapat tradisi, kehidupan masyarakat, kearifan lokal, hingga potensi ekonomi yang apabila dikelola secara kreatif dapat menjadi daya tarik wisata.
“Kita ingin budaya tidak berhenti sebagai warisan masa lalu. Budaya harus terus hidup, dikenal generasi muda, dan menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan potensi pariwisata serta ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Festival Kebudayaan Pesisir Utara 2026 juga diharapkan menjadi ruang bertemunya masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran warga secara bersama-sama akan membuat festival semakin semarak sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap kebudayaan daerah.
Bupati Fauzi menilai kebersamaan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun daerah. Sebab, pengembangan pariwisata dan kebudayaan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Kebersamaan adalah kekuatan kita. Ketika masyarakat, pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda bergerak bersama, potensi yang kita miliki akan jauh lebih kuat dan memberikan dampak yang lebih besar,” tegas Bupati Fauzi.
Pantai Slopeng dipilih sebagai lokasi kegiatan dengan latar pesisir yang menjadi bagian dari kekayaan wisata Kabupaten Sumenep. Perpaduan antara suasana pantai dan kekayaan budaya diharapkan menciptakan pengalaman yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Lebih dari sekadar agenda festival, momentum ini diharapkan mampu membuka ruang promosi bagi potensi wisata pesisir Sumenep. Semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang kawasan wisata dan aktivitas ekonomi di sekitarnya ikut bergerak.
“Mari kita jadikan Festival Kebudayaan Pesisir Utara ini sebagai momentum untuk membangkitkan potensi wisata pesisir Sumenep. Datang, ramaikan, dan ikut menjaga budaya kita agar tetap menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya.
Karena itu, masyarakat Pantura dan warga Kecamatan Dasuk secara khusus diajak hadir pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Pantai Slopeng.
Kehadiran masyarakat diharapkan tidak hanya menambah semarak festival, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah.
Melestarikan budaya, memperkuat kebersamaan, dan membangkitkan wisata pesisir. Tiga semangat itu diharapkan menyatu dalam Festival Kebudayaan Pesisir Utara Kabupaten Sumenep 2026.










