OkeDailyJatim – Peringatan Haul Raja-Raja Madura ke-757 tahun 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan warisan leluhur. Kegiatan berlangsung khidmat di Sumenep.
Haul tersebut digelar di depan Masjid Jami’ Sumenep, kawasan Alun-Alun Kabupaten Sumenep, Jumat (30/10/2026) malam, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri kegiatan tersebut. Bupati dan Wakil Bupati Sumenep turut hadir bersama jajaran pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Letkol Inf Aditya Danang Putranto juga menghadiri peringatan tersebut bersama unsur TNI-Polri dan sejumlah pimpinan instansi.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian sejarah dan budaya Madura yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas masyarakat Sumenep.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, selawatan, refleksi Haul Raja-Raja Madura, dan doa penutup.
Refleksi sejarah menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta diajak mengenang perjalanan para raja serta warisan nilai perjuangan yang ditinggalkan leluhur.
“Generasi muda harus mengenal sejarah daerahnya sendiri. Dengan memahami perjalanan para leluhur, kita dapat menghargai warisan budaya sekaligus menjaga identitas bangsa.” kata Danyonif Letkol Inf Aditya Danang Putranto usai kegiatan kepada media ini.
Menurutnya, sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu. Nilai perjuangan, persatuan, dan kebersamaan para pendahulu dapat menjadi inspirasi bagi kehidupan masyarakat saat ini.
“Haul Raja-Raja Madura merupakan momentum untuk mengenang jasa para pendahulu. Kita harus menjaga warisan sejarah ini agar tetap dikenal dan dipahami generasi berikutnya.” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Kapolresta Sumenep, Dandim 0827/Sumenep, Kepala Kejaksaan Negeri, serta pimpinan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama.
Turut hadir Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah, camat, serta jajaran pelayanan kesehatan Kabupaten Sumenep.
Sejumlah pimpinan BUMD, perbankan, BAZNAS, Medco Energi, SKK Migas, HCML, dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Kota Sumenep juga menghadiri kegiatan tersebut.
Sebanyak 150 personel dilaporkan hadir dalam kegiatan tersebut. Unsur pimpinan dan jajaran terkait, termasuk Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole, turut mengikuti rangkaian acara.
“Kebersamaan seluruh unsur dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya persatuan. Kami berharap semangat gotong royong terus terjaga untuk mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.” ungkap Letkol Inf Aditya Danang Putranto.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan aman. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
“Jangan sampai generasi muda kehilangan pengetahuan tentang sejarah dan budaya daerahnya. Warisan leluhur harus terus dirawat sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.” pungkasnya.
Peringatan Haul Raja-Raja Madura ke-757 diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa sejarah dan budaya merupakan warisan berharga yang perlu dijaga bersama.
Melalui kegiatan tersebut, semangat menghormati leluhur diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah Kabupaten Sumenep.















