Pengajian DWP juga memiliki pesan lebih luas. Penguatan kehidupan beragama di keluarga dinilai dapat menjadi fondasi terbentuknya keluarga ASN yang harmonis dan berintegritas.
Kepala Kantor Kemenag Sumenep sekaligus Pembina DWP, Abdul Wasid, mengapresiasi konsistensi anggota mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar secara rutin.
Abdul Wasid, menilai pembinaan spiritual tidak boleh berhenti di ruang pengajian. Nilai agama harus hadir dalam keluarga, sikap, pelayanan, hingga budaya kerja ASN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nilai agama harus menjadi bagian dari keteladanan ASN, sehingga semangat integritas tumbuh dalam keluarga dan lingkungan kerja,” ujar Abdul Wasid.
Ia berharap ilmu yang diperoleh anggota DWP dapat diamalkan secara nyata. Penguatan akhlak diyakini menjadi bagian penting dalam menjaga budaya kerja yang bertanggung jawab.
Semangat tersebut juga selaras dengan penguatan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Sumenep. Integritas membutuhkan keteladanan, keikhlasan, disiplin, dan tanggung jawab.
Karena itu, pengajian rutin DWP tidak hanya menjadi forum menambah pengetahuan keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang membangun karakter keluarga ASN dari lingkungan terdekat.
Dari kajian fikih hingga penguatan spiritual, DWP Kemenag Sumenep terus menempatkan pembinaan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun keluarga ASN yang religius.
Langkah tersebut diharapkan melahirkan pribadi yang tidak hanya memahami aturan agama, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan. Termasuk saat menjalankan tugas pelayanan publik.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2















