“Semoga Maulid Nabi ini memperkuat kebersamaan keluarga besar BRIDA Sumenep dan menambah semangat kita memberikan pengabdian terbaik,” Bintoro menambahkan.
Sementara itu, Ustadz K. A. Badjuri Rofiq mengajak peserta memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, cinta kepada Rasulullah harus berangkat dari hati.
Ia menyampaikan bahwa shalawat bukan hanya rangkaian kalimat pujian. Bagi umat Islam, shalawat menjadi bagian dari ekspresi kecintaan sekaligus pengingat untuk mengikuti keteladanan Rasulullah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Membaca shalawat merupakan bentuk kecintaan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Semoga kita mendapat syafaat atas kemuliaan bulan kelahiran beliau,” ujarnya

Kiai Badjuri kemudian mengingatkan pentingnya akhlak dalam kehidupan seorang Muslim. Ia mencontohkan Rasulullah SAW sebagai sosok yang menjadi teladan dalam membangun perilaku dan kemuliaan budi pekerti.
Menurutnya, perjalanan kehidupan manusia harus disertai rasa syukur. Baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun ketika menerima berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Akhlak adalah hal utama yang harus bagus. Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan bersujud. Ini menjadi pengingat pentingnya akhlak yang baik,” tegas Kiai Bajuri.
Ia juga menyampaikan kisah keagamaan tentang kemuliaan majelis Maulid dan orang-orang yang memperbanyak shalawat. Kisah tersebut dinisbatkan dalam sejumlah literatur dan ceramah ulama.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















