OkeDailyJatim – Sejumlah warga Kecamatan Arjasa dilaporkan belum menerima Bantuan Pangan (Bapang) periode Juli–September 2026.
Informasi tersebut disampaikan Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S) berdasarkan hasil investigasi di wilayah Arjasa.
MP3S menyebut sejumlah kepala desa membenarkan warganya belum menerima bantuan selama tiga bulan berturut-turut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua MP3S, Sahnan, mempertanyakan kemampuan Bulog dalam menjalankan distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
“Kalau Bulog tidak mampu mengelola program ini dengan baik, sebaiknya mundur saja.” kata H. Sahnan, Jum’at (23/10/2026).
Ia mengingatkan agar persoalan distribusi tidak berujung pada kerugian bagi masyarakat penerima bantuan.
“Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban.” ujarnya.
H. Sahnan juga mempertanyakan waktu penyaluran bantuan yang dinilainya terlalu dekat dengan akhir periode distribusi.
“Kenapa bantuan harus disalurkan pada akhir bulan ketiga?” tambah H. Sahnan penuh tanya.
Menurutnya persiapan distribusi seharusnya dapat dilakukan lebih awal untuk menghindari keterlambatan penyaluran.
“Bukankah bisa dipersiapkan dan disalurkan lebih awal, sehingga tidak terburu-buru dalam urusan administrasi?” pungkasnya.
MP3S mendesak pihak terkait mengevaluasi penyebab bantuan belum diterima warga dan memastikan status distribusinya.
Jika tidak ada kejelasan, MP3S mempertimbangkan melaporkan persoalan tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia.
Langkah itu dimaksudkan untuk meminta pemeriksaan atas kemungkinan maladministrasi. Dugaan tersebut belum terbukti.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum berhasil menghubungi Perum Bulog wilayah Madura untuk meminta konfirmasi.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Bulog mengenai status distribusi serta kendala yang dihadapi.















