OkeDailyJatim – Gerakan literasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat suntikan semangat melalui kehadiran Perpustakaan Keliling (Perpusling) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sumenep.
Layanan Perpusling hadir di halaman SMAN 1 Sumenep, Selasa (6/10/2026), bersamaan dengan pelaksanaan Pekan Literasi “Krida Paraparika”.
Kehadiran perpustakaan keliling tersebut menjadi langkah konkret Dispusip Sumenep dalam mendekatkan akses buku kepada pelajar. Buku tidak hanya tersedia di perpustakaan, tetapi hadir langsung di ruang aktivitas siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Armada Perpusling membawa beragam bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan siswa. Kehadirannya di lingkungan sekolah sekaligus menjadi upaya mendorong kebiasaan membaca di tengah aktivitas pendidikan.
Pekan Literasi “Krida Paraparika” juga tidak berhenti pada aktivitas membaca. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, serta menghasilkan karya.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan itu ditandai dengan peluncuran buku hasil kolaborasi guru dan siswa SMAN 1 Sumenep. Karya tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi dapat berkembang menjadi produk kreatif.
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, mengatakan layanan Perpusling merupakan bagian dari strategi mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Perpusling kami hadirkan untuk mendekatkan buku kepada siswa. Harapannya, membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan,” kata Drs. Syaiful Bahri usai kegiatan kepada media ini.
Menurut Syaiful, penguatan budaya literasi membutuhkan kerja sama antara perpustakaan dan lembaga pendidikan. Sekolah dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan membaca sekaligus mengembangkan kreativitas siswa.
“Kami mendukung sekolah membangun budaya literasi melalui akses bacaan, kreativitas, dan karya yang lahir dari siswa,” ujarnya.
Ia menilai akses terhadap buku yang semakin dekat dengan pelajar dapat membuka kesempatan lebih luas bagi siswa untuk memperkaya pengetahuan dan melahirkan gagasan baru.
“Buku harus dekat dengan pelajar karena dari membaca tumbuh pengetahuan, gagasan, serta keberanian untuk berkarya,” pungkas Bang Iful sapaannya.
Pekan Literasi “Krida Paraparika” menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat dikembangkan secara lebih luas. Literasi tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca, tetapi juga menulis, berpikir, berkreasi, dan menghasilkan karya.
Dispusip Sumenep berharap layanan Perpusling dapat terus menjadi jembatan bagi pelajar untuk mendapatkan bahan bacaan yang mudah dijangkau. Kehadiran layanan tersebut di sekolah juga diharapkan mampu memperluas ruang interaksi siswa dengan buku.
Kolaborasi antara Dispusip Sumenep dan SMAN 1 Sumenep menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Dari buku, diharapkan lahir pengetahuan, gagasan, dan generasi pelajar yang semakin produktif berkarya.















