Anggota DPR RI Slamet Ariyadi Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi dan Budaya Madura

- Editorial Team

Minggu, 27 September 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR-RI Dapil Madura Slamet Ariyadi

Anggota DPR-RI Dapil Madura Slamet Ariyadi

OkeDailyJatim – Tradisi lokal Madura kembali mendapat perhatian. Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi mendukung lomba perkutut dan kontes sapi hias sebagai bagian dari upaya menjaga budaya Sumenep.

Bagi Slamet Ariyadi, budaya lokal bukan sekadar tontonan. Di balik suara perkutut dan kemegahan sapi hias, terdapat nilai tradisi, seni, ketekunan, serta warisan leluhur yang masih hidup di tengah masyarakat Madura.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Slamet dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026). Ia menilai pelestarian budaya harus terus dilakukan agar tradisi masyarakat tidak tergerus perubahan zaman yang semakin cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui Partai Amanat Nasional (PAN), kami berkomitmen penuh untuk terus hadir mengawal, menjaga, dan melestarikan kearifan budaya lokal di Madura,” kata Slamet Ariyadi.

Baca Juga:  Euforia JJS Pecah di Sumenep, Ribuan Pelajar SD Tumpah Ruah Rayakan Kemerdekaan

Ia menyebut lomba perkutut, kontes sapi hias, dan berbagai festival budaya lokal memiliki posisi penting bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut perlu diberi ruang agar tetap berkembang dan dikenal generasi berikutnya.

“Tradisi seperti lomba perkutut, kontes sapi hias, hingga festival budaya lokal adalah kekayaan kultural yang harus kita dukung agar terus hidup dan naik kelas,” ujarnya.

Selain menjaga warisan budaya, berbagai kegiatan tersebut juga bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan berbasis komunitas dapat melibatkan peternak, pelaku UMKM, pedagang, sektor pariwisata, hingga industri kreatif.

Slamet berpandangan, pengembangan budaya lokal dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan bersamaan. Ketika sebuah tradisi terus hidup, masyarakat yang terlibat di dalam ekosistemnya juga memperoleh ruang untuk mengembangkan aktivitas ekonomi.

Baca Juga:  Ribuan Jemaah Padati Haul Akbar GP Ansor Bukabu, Momentum Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam di Ambunten

“Pelestarian budaya lokal harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan budaya dapat menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan,” sambung Slamet Ariyadi.

Lomba burung perkutut di Sumenep selama ini memiliki komunitas penggemar tersendiri. Sementara kontes sapi hias memperlihatkan kuatnya tradisi peternakan sekaligus perhatian masyarakat terhadap seni dan estetika hewan ternak.

Menurut Slamet, keberlangsungan tradisi tidak cukup hanya mengandalkan generasi sebelumnya. Anak muda perlu dilibatkan agar budaya Madura memiliki penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkannya sesuai perkembangan zaman.

“Anak-anak muda harus menjadi bagian dari pelestarian budaya ini. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki agar warisan leluhur Madura tetap terjaga dari masa ke masa,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rangkaian kegiatan budaya tersebut juga mendapat antusiasme masyarakat. Kehadiran peserta dan warga menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang kuat di tengah kehidupan masyarakat Sumenep saat ini.

Bagi Sumenep, keberadaan tradisi seperti perkutut dan sapi hias menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dapat terus diperkenalkan lebih luas. Pelestarian berbasis masyarakat menjadi salah satu cara agar warisan Madura tetap hidup.

Dengan dukungan berbagai pihak, budaya Madura tidak hanya menjadi cerita masa lalu. Tradisi tersebut dapat terus hadir sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan ekonomi lokal.

Penulis : Mas'udi

Editor : Slamet Bae

Sumber Berita: Okedaily Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP
Hari Santri 2026 di Sumenep, Gus Kautsar Bongkar Makna Ilmu dan Harta yang Patut Diteladani
FGD RDTR Sumenep Digelar, Bupati Fauzi Minta Semua Pihak Satu Persepsi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dorong Budaya Tertib di Jalan, Satlantas Sumenep Apresiasi Pengendara yang Patuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini

Berita Terbaru