OkeDailyJatim – Kejurwil X Pagar Nusa Jawa Timur 2026 resmi ditutup di GOR RH Moh. Ibnu Banyuwangi, Minggu (27/9/2026). Sumenep meraih enam medali.
Kontingen Pagar Nusa Sumenep membawa pulang tiga medali perak dan tiga perunggu. Capaian itu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pembinaan atlet ke depan.
Kompetisi yang berlangsung sejak 24 September 2026 menjadi ruang mengukur kesiapan atlet. Sumenep juga mengevaluasi official, strategi, dan pemahaman regulasi pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu catatan datang dari final yang diikuti Sofi Ishom. Ia sempat unggul dalam perolehan poin sebelum pertandingan berubah setelah insiden kondisi atlet lawan.
Situasi tersebut mendapat penanganan tim medis dan menjadi bahan evaluasi. Sumenep menilai koordinasi wasit, juri, Kepala Pertandingan, serta tim medis perlu jelas.
Catatan itu disampaikan sebagai pembelajaran bersama, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu. Keselamatan atlet dan kejelasan mekanisme pertandingan menjadi perhatian.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Olahraga dan Atlet PC Pagar Nusa Sumenep, Ali Arif, mengapresiasi panitia Kejurwil X. Ia meminta atlet mengambil pelajaran.
“Kami mengapresiasi Kejurwil X ini. Ada catatan yang perlu dievaluasi, tetapi atlet harus menjadikannya pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan, mental, teknik, dan strategi.” kata Ali Arif, Minggu (27/09/2026).
Ali menyebut enam medali merupakan bagian dari proses panjang pembinaan. Evaluasi mencakup persiapan atlet, official, strategi, serta pemahaman regulasi pertandingan.
“Enam medali ini bukan akhir perjalanan. Ini refleksi untuk berbenah, dari persiapan atlet hingga pemahaman regulasi, agar prestasi Sumenep terus meningkat ke depan.” ujarnya.
Menurut Ali, pengalaman selama Kejurwil X menjadi modal penting untuk menyiapkan atlet menghadapi kompetisi selanjutnya. Setiap pertandingan membawa catatan baru.
Bagi kontingen Sumenep, hasil enam medali tidak hanya berbicara tentang kemenangan. Ada proses panjang yang harus terus diperbaiki melalui evaluasi berkelanjutan.
Catatan dari arena pertandingan juga menjadi bagian penting dalam pembinaan. Atlet dan official perlu memahami teknik, strategi, sekaligus regulasi yang berlaku.
Kontingen Sumenep berharap kualitas perangkat pertandingan dan koordinasi antarunsur terus diperkuat. Mekanisme penanganan situasi di arena juga diharapkan semakin jelas.
Dengan tiga medali perak dan tiga perunggu, perjalanan Sumenep di Kejurwil X resmi berakhir. Namun, evaluasi menjadi langkah baru untuk mengejar prestasi berikutnya.
Dari Banyuwangi, Pagar Nusa Sumenep membawa pulang enam medali sekaligus pengalaman berharga. Hasil tersebut menjadi bahan refleksi untuk terus belajar dan berbenah.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















