OkeDailyJatim – Madura Ethnic Carnival atau MEC 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya dengan menetapkan 12 pemenang dari kategori pelajar dan umum.
Penetapan para juara tersebut menjadi bagian penting dari gelaran MEC 2026 yang mengangkat tema Keraton Sumenep sebagai sumber inspirasi karya peserta.
Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) H. Hariri mengatakan, hasil kompetisi menjadi gambaran bahwa budaya dapat dikemas melalui kreativitas tanpa kehilangan akar sejarahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“MEC bukan sekadar panggung kompetisi, tetapi ruang untuk mempertemukan budaya, kreativitas, dan semangat generasi muda dalam satu perhelatan.” kata H. Hariri, Minggu (20/09/2026).
Penetapan pemenang MEC 2026 tertuang dalam Keputusan Dewan Juri Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 tentang Penetapan Pemenang MEC Tahun 2026.
Keputusan tersebut memuat enam pemenang kategori pelajar dan enam pemenang kategori umum berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri.
Pada kategori pelajar, Nur Fatin Nazilah Kanzah dari Sumenep keluar sebagai juara pertama dengan raihan nilai 1.037.
Posisi kedua ditempati Ayu Ennisa Putri dari Sumenep dengan nilai 969, disusul Moh. Haikal Nur Wahyu sebagai juara ketiga dengan nilai 942.
Selanjutnya, Alya Rizki Nafiza Ulma menempati posisi keempat dengan nilai 936, sedangkan Ajaibal Mauldiansyah berada di posisi kelima dengan nilai 928.
Sementara Diandra Aulia Ratnasari menempati posisi keenam dengan nilai 928, sama dengan perolehan nilai pada posisi kelima.
Untuk kategori umum, juara pertama diraih Ahmad Faisol Hadi asal Jember dengan nilai 1.058, sekaligus menjadi peraih nilai tertinggi dalam kategori umum.
Juara kedua diraih Kiki Ardiansyah dari Banyuwangi dengan nilai 1.041, kemudian Moh. Budi Sugiarto dari Banyuwangi berada di posisi ketiga dengan nilai 1.027.
Posisi keempat ditempati Imam Syafi’i, S.Pd. dari Surabaya dengan nilai 1.009, kemudian Diandra Aura Kasi M dari Sumenep meraih posisi kelima dengan nilai 999.
Adapun posisi keenam kategori umum diraih Moh. Lutfianto dari Pamekasan dengan nilai 993.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa MEC 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi peserta lokal, tetapi juga mempertemukan kreativitas dari sejumlah daerah di Jawa Timur.
Sebelumnya, panitia menyebut peserta MEC 2026 berasal dari sejumlah daerah, termasuk Banyuwangi, Jember, Bondowoso, dan Surabaya.
Menurut H. Hariri, keterlibatan peserta dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam membangun ruang pertukaran kreativitas melalui budaya.
“Kami ingin MEC menjadi ruang perjumpaan antardaerah, sehingga karya budaya Sumenep dapat dikenal dan kreativitas peserta juga berkembang semakin luas.” ujarnya.
Tema Keraton Sumenep dalam MEC 2026 juga membawa pesan untuk mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya daerah melalui kemasan seni yang atraktif.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut tema tersebut menjadi sarana memperkenalkan kembali warisan sejarah dan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
H. Hariri menegaskan, kekuatan MEC terletak pada kemampuan menghubungkan warisan budaya dengan kreativitas generasi masa kini.
“Keraton Sumenep memiliki sejarah dan nilai budaya yang kuat. Melalui MEC, warisan itu kami hadirkan dalam bentuk yang kreatif dan dekat dengan generasi sekarang.” tegas H. Hariri.
MEC 2026 sendiri menjadi penyelenggaraan tahun keempat dengan budaya sebagai salah satu fokus utama. Tahun ini, Keraton Sumenep dipilih sebagai tema untuk memperkuat pengenalan sejarah dan identitas budaya daerah.
Selain kompetisi, MEC 2026 juga menghadirkan pertunjukan kostum dan tata rias yang mengambil inspirasi dari kekayaan Keraton Sumenep.
Rangkaian penilaian dilakukan melalui penilaian kostum dan tata rias serta penampilan peserta dalam defile di kawasan Keraton Sumenep.
Bagi H. Hariri, penetapan 12 pemenang bukanlah akhir dari perjalanan MEC, melainkan bagian dari proses membangun ekosistem budaya yang semakin kuat.
“Pemenang hari ini menjadi bagian dari cerita MEC. Yang lebih penting, semangat berkarya dan kecintaan terhadap budaya harus terus tumbuh setelah panggung ini selesai.” pungkasnya.
Keputusan Dewan Juri Nomor 01/SK-DJ/MEC/IX/2026 menjadi dasar resmi penetapan seluruh pemenang MEC 2026.
Dengan lahirnya para juara dari kategori pelajar dan umum, MEC 2026 meninggalkan jejak sebagai ruang bertemunya seni, kreativitas, sejarah, dan budaya dalam satu panggung di Sumenep.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















