OkeDailyJatim – SLB Cinta Ananda Lalangon, Kecamatan Manding, Sumenep, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW melalui acara “Lalangon Bersholawat”, Senin (07/08/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB itu dihadiri Kepala UPT Cabang Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Sumenep Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd., bersama jajarannya.
Turut hadir Kepala Desa Lalangon, para wali siswa, tokoh masyarakat, Dr. A. Busyro Karim, M.Si., serta Sekcam Dasuk Kamaruddin, S.Sos., yang mendampingi Ustaz Susianto Azzaki, S.Sos.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SLB Cinta Ananda, Maulidini Triswati, mengapresiasi kehadiran seluruh tamu. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi bagi sekolah untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi siswa.
“Terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir. Kehadiran dan dukungan semua pihak menjadi semangat bagi kami untuk terus mendampingi siswa.” kata Maulidini Triswati dalam sambutannya.
Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Cinta Tanpa Batas”. Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membangun karakter siswa.
“Cinta Tanpa Batas mengajarkan siswa untuk mencintai Rasulullah SAW. Kami ingin nilai cinta itu tumbuh dalam sikap dan kehidupan mereka.” ujarnya.
Dukungan terhadap SLB Cinta Ananda juga disampaikan Kepala UPT Cabang Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Sumenep Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd. Ia mendorong sekolah terus berkembang dan berinovasi.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada SLB Cinta Ananda. Program SIKAP menjadi salah satu bentuk dukungan agar sekolah semakin inovatif dan produktif.” jelasnya.
Program SIKAP atau Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan diharapkan membuka ruang pembelajaran baru bagi siswa. Program tersebut juga dapat menjadi sarana pengembangan keterampilan yang bermanfaat.
Dalam tausiah, Ustaz Susianto Azzaki, S.Sos., mengajak jamaah menjauhi kesombongan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah meremehkan orang lain hanya karena melihat keterbatasannya.
“Jangan pernah sombong dan jangan meremehkan seseorang. Setiap kekurangan pasti memiliki sisi kelebihan yang patut dihargai.” ujarnya.
Menurut Ustaz Susianto, setiap manusia memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, keterbatasan bukan alasan untuk menghilangkan kesempatan seseorang dalam berkarya dan berkembang.
“Kita harus melihat manusia dari potensi dan kebaikannya. Di balik kekurangan seseorang, selalu ada kelebihan yang bisa menjadi kekuatan.” tambah Ustadz Susianto.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. A. Busyro Karim, M.Si., pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyyah, Beraji.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar soal kemampuan akademik. Lebih dari itu, pendidikan juga tentang cinta, keteladanan, penghargaan, dan kesempatan yang setara bagi setiap anak.















