OkeDailyJatim – Di tengah derasnya arus perubahan zaman, tradisi lokal menjadi bagian penting yang menjaga identitas masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Ngonjhuk Lajangan Abhereng di Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (20/8/2026).
Mengusung tema “Merawat Kebudayaan, Membangun Kebersamaan”, kegiatan tersebut bukan sekadar berkumpul dan menerbangkan layangan. Tradisi itu dikemas sebagai ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk menghidupkan kembali budaya lokal agar tetap dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumenep R. Ach. Djoni Tunaidy hadir bersama Ketua DPC PSI Kecamatan Lenteng. Keduanya turut berbaur dalam kegiatan yang diikuti masyarakat dari berbagai kecamatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Djoni, keberadaan tradisi seperti Ngonjhuk Lajangan Abhereng memiliki makna sosial yang jauh lebih luas. Masyarakat tidak hanya menikmati suasana kebersamaan, tetapi juga memiliki ruang untuk saling bertemu, berkomunikasi, dan mempererat hubungan.
“Kami ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi kegiatan rutin yang mempererat persaudaraan dan kerja sama.” kata Djoni disela-sela kegiatan.
Ia menilai permainan layangan mempunyai daya tarik tersendiri karena mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban. Interaksi yang tercipta menjadi bagian penting dalam menjaga ikatan sosial di tengah masyarakat.
Djoni menegaskan bahwa kegiatan Ngonjhuk Lajangan Abhereng tidak diarahkan sebagai perlombaan. Esensinya justru terletak pada kebersamaan, silaturahmi, serta upaya mempertahankan tradisi yang tumbuh dan berkembang secara turun-temurun.
“Kegiatan ini bukan perlombaan. Yang paling penting adalah kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.” tegasnya.
Bagi Djoni, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremonial. Keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi kunci agar tradisi lokal tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjadi ruang rekreasi masyarakat, tradisi tersebut dinilai mampu menanamkan rasa memiliki terhadap kebudayaan lokal.
“Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan karena merupakan budaya yang harus kita jaga bersama agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.” pungkas Djoni.
Kegiatan Ngonjhuk Lajangan Abhereng di Billapora Rebba akhirnya menjadi lebih dari sekadar permainan tradisional. Di balik layang-layang yang menghiasi langit, tersimpan pesan tentang persaudaraan, gotong royong, dan pentingnya menjaga akar budaya.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup ketika masyarakat mau merawatnya bersama.
Dari sebuah tradisi sederhana, tumbuh ruang kebersamaan yang mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu semangat: merawat budaya, menjaga persaudaraan, dan mewariskan identitas lokal kepada generasi mendatang.










