Pimpinan DPRD Sumenep Kecewa, Banyak Kepala OPD Absen Saat Bahas Perubahan APBD 2026

- Editorial Team

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan DPRD Sumenep Kecewa, Banyak Kepala OPD Absen Saat Bahas Perubahan APBD 2026

Pimpinan DPRD Sumenep Kecewa, Banyak Kepala OPD Absen Saat Bahas Perubahan APBD 2026

SUMENEP.OkeDailyJatim – Hubungan antara legislatif dan eksekutif di Kabupaten Sumenep kembali memasuki fase yang penuh dinamika. Di tengah pembahasan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, pimpinan DPRD melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep setelah banyak kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menghadiri rapat bersama komisi-komisi DPRD.

Absennya para pimpinan OPD bukan hanya dipandang sebagai persoalan kehadiran, tetapi dinilai mencerminkan lemahnya penghormatan terhadap proses penganggaran yang menjadi salah satu pilar utama penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Situasi tersebut mencuat dalam agenda pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026. Sebelumnya, tahapan awal pembahasan telah dilakukan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dulsiam, mengungkapkan rasa kecewanya karena permintaan resmi yang telah disampaikan kepada Bupati Sumenep agar seluruh kepala OPD menghadiri rapat komisi tidak membuahkan hasil.

“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Pimpinan DPRD sebelumnya sudah bersurat kepada Bupati agar kepala OPD hadir dalam rapat-rapat pembahasan bersama komisi. Namun surat itu seolah tidak diindahkan,” kata Dulsiam, Rabu (05/08/2026).

Menurutnya, pembahasan KUA-PPAS Perubahan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan forum strategis yang menentukan arah pembangunan daerah, prioritas program pemerintah, hingga alokasi anggaran yang akan berdampak langsung terhadap pelayanan publik.

Karena itu, kehadiran kepala OPD dinilai tidak dapat digantikan. Mereka merupakan pihak yang paling memahami perencanaan program, penggunaan anggaran, hingga target kinerja masing-masing perangkat daerah sehingga dapat memberikan penjelasan secara komprehensif kepada anggota DPRD.

Kekecewaan DPRD semakin menguat ketika pada waktu yang sama Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan lomba memasak dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:  BLT DBHCHT Mulai Disalurkan di Sumenep, Bupati Fauzi Sebut Buruh Tembakau Penopang Ekonomi Daerah

Bagi DPRD, pelaksanaan kegiatan seremonial tersebut seharusnya tidak mengganggu agenda pembahasan anggaran yang memiliki konsekuensi langsung terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini yang membuat kami kecewa. Sudah jelas DPRD memiliki agenda resmi pembahasan anggaran yang sangat penting, tetapi eksekutif justru menggelar kegiatan lain. Seolah-olah pembahasan anggaran tidak menjadi prioritas,” tegasnya.

Dulsiam menegaskan, DPRD sama sekali tidak mempersoalkan pelaksanaan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun, menurutnya, penyusunan APBD merupakan amanat konstitusional yang harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam tata kelola pemerintahan.

“Silakan kegiatan Agustusan dilaksanakan, tetapi jangan sampai mengorbankan agenda konstitusional. Pembahasan APBD menyangkut pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini jauh lebih penting,” ujar Dulsian.

Lebih jauh, ia berharap Bupati Sumenep segera melakukan evaluasi terhadap kedisiplinan jajaran OPD agar koordinasi antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan lebih efektif pada setiap pembahasan kebijakan strategis daerah.

Baca Juga:  DWP Kemenag Sumenep Bangun Generasi Percaya Diri Lewat Parenting Inklusif, Komitmen Wujudkan Keluarga yang Menguatkan Anak

Menurutnya, kemitraan antara DPRD dan pemerintah daerah hanya akan terbangun apabila kedua lembaga saling menghormati peran dan fungsi masing-masing dalam sistem pemerintahan.

“Kami ingin membangun kemitraan yang baik antara legislatif dan eksekutif. Tetapi kemitraan itu harus dibangun atas dasar saling menghargai. Jangan sampai DPRD yang menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan justru dipandang sebelah mata,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan ketidakhadiran sejumlah kepala OPD dalam rapat pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama komisi-komisi DPRD. Demi menjaga keberimbangan informasi, ruang hak jawab tetap terbuka apabila pemerintah daerah memberikan penjelasan resmi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yonif TP 931 Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jamik Sumenep, Kebersamaan Jadi Pesan Utama
Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua
Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan
Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak
Sabet Juara II Baca Puisi, Nailatul Marom Angkat Derajat Madrasah Sumenep di Kancah Kabupaten
Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara
Apel Pagi Bukan Sekadar Rutinitas, Kepala Inspektorat Sumenep: Momentum Awal Konsolidasi
NU Sumenep Gerakkan Pendidikan dari MWC, LP Ma’arif Siapkan Generasi Unggul Hadapi Era Keemasan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 04:30 WIB

Yonif TP 931 Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jamik Sumenep, Kebersamaan Jadi Pesan Utama

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Parenting Keluarga Via Zoom, Danyonif TP 931/Ksatria Jokotole Tekankan Peran Penting Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kemenag Sumenep Gebrak Zona Integritas, Guru PAI Diminta Perkuat Keteladanan

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Terbongkar Setelah Korban Murung, Warga Giligenting Ditangkap Polisi karena Dugaan Pencabulan Anak

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Peringati Maulid Nabi, Rutan Kelas IIB Sumenep Tutup Operasional Sementara

Berita Terbaru