OkeDailyJatim – Upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus diperkuat melalui pemenuhan gizi berbasis pangan lokal, salah satunya ikan.
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi menghadiri langsung pemberian bingkisan produk olahan ikan kepada anak penderita stunting di Kecamatan Batuputih.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Batuputih, Senin (21/9/2026), sebagai bagian dari kolaborasi TP PKK dan Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nia hadir bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Sumenep. Kegiatan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Perikanan Sumenep Joko Satrio, S.IP., M.Si., Kabid Faizal Heru, S.T., M.Si., dan jajaran.
Hadir pula Camat Batuputih Dr. Suharjono, S.H., M.H. bersama jajaran. Anak-anak penerima bantuan juga hadir dalam kegiatan yang berfokus pada penguatan asupan gizi tersebut.
Bingkisan yang diberikan berupa ikan segar dan sejumlah produk olahan berbahan dasar ikan. Bantuan menyasar anak stunting yang berada di desa lokus stunting.
Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai bantuan pangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi keluarga mengenai pentingnya konsumsi pangan bergizi bagi pertumbuhan anak.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep Joko Satrio mengatakan, konsumsi ikan perlu semakin dekat dengan kehidupan keluarga. Menurutnya, ikan dapat menjadi pilihan sumber pangan bergizi bagi anak.
“Kami ingin konsumsi ikan semakin dekat dengan keluarga. Pangan berbahan ikan diharapkan membantu memenuhi gizi anak dan mendukung tumbuh kembangnya,” kata Joko Satrio.
Ia menuturkan, pemberian bingkisan juga memiliki fungsi edukatif. Keluarga diharapkan semakin memahami pentingnya memilih pangan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Pemberian bingkisan ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga momentum mengedukasi keluarga tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai pangan bergizi,” ujarnya.
Menurut Joko, percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama. Karena itu, sinergi antara Dinas Perikanan dan TP PKK menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi hingga tingkat keluarga.
“Sinergi dengan TP PKK sangat penting agar edukasi konsumsi ikan semakin luas dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari,” tegas Joko Satrio.
Dinas Perikanan Sumenep juga terus mendorong pemanfaatan produk perikanan sebagai sumber pangan bergizi. Langkah ini diharapkan memberi manfaat langsung sekaligus membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat.

“Harapan kami, bantuan ini memberikan manfaat bagi anak penerima sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan di Batuputih merupakan bagian dari rangkaian pembagian bingkisan produk olahan ikan bagi anak stunting di Kabupaten Sumenep.
Setelah Batuputih, kegiatan dijadwalkan berlanjut di Kecamatan Dungkek pada Selasa (22/9/2026) dan Kecamatan Rubaru pada Rabu (23/9/2026).
Secara keseluruhan, sebanyak 175 bingkisan disiapkan untuk anak stunting di tiga kecamatan tersebut. Rinciannya, 19 bingkisan untuk Batuputih, 76 untuk Dungkek, dan 80 untuk Rubaru.
Langkah tersebut memperlihatkan upaya pemerintah daerah memperkuat intervensi gizi melalui pangan lokal. Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang terus didorong dalam program peningkatan konsumsi ikan di Sumenep.
Melalui kolaborasi TP PKK dan Dinas Perikanan, edukasi gizi diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Keluarga didorong membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi secara berkelanjutan.
Program berbasis pangan ikan ini menjadi salah satu bagian dari langkah bersama memperkuat pemenuhan gizi anak. Tujuannya mendukung pertumbuhan optimal sekaligus mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Sumenep.















