Bagi MTsN 2 Sumenep, keberhasilan Bara dan Firga sekaligus menjadi energi baru untuk memperkuat pembinaan siswa.
Lingkungan madrasah didorong terus menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan potensi dan mengembangkannya secara maksimal.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid. Ia menilai keikutsertaan siswa dalam OMI merupakan bagian penting dari upaya madrasah mengembangkan potensi akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi peserta, guru pendamping, madrasah, dan semua pihak yang mendukung OMI. Kompetisi seperti ini menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan membangun generasi berprestasi,” ujar Abdul Wasid.
Menurutnya, pencapaian akademik perlu ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang lebih luas. Siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga harus mampu menjunjung nilai kejujuran serta sportivitas selama mengikuti kompetisi.
“Prestasi harus berjalan seiring dengan integritas. Dari madrasah kita membangun generasi yang unggul, jujur, dan berkarakter,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah semakin terbukanya ruang kompetisi bagi siswa madrasah. Ajang OMI bukan hanya menjadi arena untuk menguji kemampuan, tetapi juga kesempatan bagi peserta didik untuk belajar mengelola tantangan dan menunjukkan sikap sportif.
Bagi Bara Altafiansyah dan Firga Faiz Abadi, raihan Juara 1 IPA dan Juara 2 IPS menjadi catatan penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Bagi MTsN 2 Sumenep, capaian itu menjadi tambahan energi untuk terus melahirkan siswa yang berprestasi dan berkarakter.
Prestasi dua siswa tersebut diharapkan turut menularkan semangat positif kepada siswa lainnya. Bahwa setiap kemampuan memiliki ruang untuk berkembang selama dibarengi ketekunan, pembinaan, disiplin, dan keberanian untuk mencoba.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















