Menurut H. Hariri, keberadaan MEC harus terus dikembangkan sebagai ruang ekspresi sekaligus promosi potensi daerah. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar kegiatan tersebut memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut menyukseskan pelaksanaan MEC yang dilaksanakan setiap tahun, supaya memberikan dampak positif bagi pengembangan seni, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah,” pungkas H. Hariri.
Dari halaman Keraton Sumenep, warisan masa lalu kembali menemukan panggungnya. MEC 2026 menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, seni dan kreativitas, sekaligus cara untuk memastikan budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim















