“Mari kita mengambil hikmah dari tausiyah ini untuk meningkatkan kualitas ASN Bapenda Sumenep, sehingga pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.” tegasnya.
Tausiyah Maulid Nabi disampaikan KH. R. Taufiqurrahman Syakur. Ia mengajak seluruh peserta melakukan introspeksi diri dengan mengenali penyakit hati dan sifat buruk yang berpotensi menyeret manusia kepada dosa.
“Kita perlu mengidentifikasi diri. Kenali sifat yang ada dalam diri kita, karena penyakit hati sering tidak terlihat, tetapi dapat menjadi sumber munculnya berbagai dosa,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KH. R. Taufiqurrahman Syakur menjelaskan salah satu pokok sifat buruk adalah as-sifatul uluhiyah, yakni kecenderungan manusia merasa memiliki sifat yang menjadi kekhususan Allah SWT. Manusia harus menjauhi kesombongan dan haus pujian.
Ia juga menguraikan as-sifatusy syaithaniyah, yakni sifat yang berkaitan dengan perilaku setan. Salah satu bentuknya adalah hasad atau iri hati ketika seseorang tidak senang melihat orang lain memperoleh kebahagiaan.
“Hasad membuat seseorang susah melihat orang lain senang. Karena itu, hati harus dibersihkan agar kita tidak terjebak pada sifat yang menyeret manusia kepada dosa,” kata KH. R. Taufiqurrahman Syakur
Selain itu, ia menjelaskan as-sifatul bahimiyah, yaitu kecenderungan manusia mengikuti dorongan nafsu dan syahwat secara berlebihan. Manusia memiliki akal yang harus digunakan untuk mengendalikan setiap keinginan.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















