Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pengendalian diri merupakan bagian penting dalam membangun pribadi yang baik. Dorongan nafsu yang tidak dikendalikan dapat membawa seseorang menjauh dari nilai agama dan akhlak.
KH. R. Taufiqurrahman Syakur mengajak peserta menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri. Keteladanan Rasulullah SAW penting diterapkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sebagai aparatur.
“Maulid Nabi jangan hanya menjadi acara yang kita ikuti, tetapi harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, membersihkan hati dan meneladani akhlak Rasulullah,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bapenda Sumenep diharapkan mempererat silaturahmi dan kekompakan keluarga besar Bapenda. Semangat tersebut menjadi bekal menjalankan tugas secara amanah dan bertanggung jawab.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim















