Sejalan dengan itu, Abdul Wasid, mengingatkan para pendidik agar tidak menjadikan proses pembelajaran sebagai ruang yang menakutkan bagi peserta didik.
Ia meminta guru menghadirkan pendidikan dengan pendekatan yang humanis, menyenangkan, serta memberikan kemudahan kepada anak dalam mengikuti pembelajaran.
“Mengajarlah dan berilah kemudahan kepada murid-muridmu, jangan dipersulit. Buatlah muridmu senang dan jangan membuat muridmu lari darimu,” ujar Abdul Wasid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya juga mengingatkan pendidik agar mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku peserta didik yang beragam. Kesabaran menjadi bagian penting pendidikan.
Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa mendidik bukan sekadar menyampaikan pengetahuan. Ada tanggung jawab membentuk karakter melalui keteladanan dan empati.
“Cobalah tersenyum saat melihat muridmu yang menjengkelkan. Jangan-jangan itu adalah cermin masa lalu mu sewaktu kecil,” pungkasnya.
Menurut Abdul Wasid, pendidikan ramah anak tidak berhenti pada pemenuhan hak peserta didik. Prinsip tersebut harus terasa dalam setiap layanan yang diberikan madrasah.
Ia menilai layanan pendidikan yang aman, mudah, ikhlas, dan menyenangkan sejalan dengan semangat Zona Integritas atau ZI di lingkungan Kemenag.
Konsep tersebut juga berkaitan dengan upaya menghadirkan layanan yang bersih, layanan yang mudah, serta layanan yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: Okedaily Jatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















