OkeDailyJatim – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, H. Abd. Wasid, mengajak guru RA memperkuat ilmu, kemandirian, dan kesederhanaan.
Pesan itu disampaikan saat pembinaan Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) dan Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) di Graha Al-Ikhlas Kemenag Sumenep, Kamis (29/10).
Menurut H. Abd. Wasid, tiga komitmen tersebut menjadi nilai penting dalam menyambut Hari Santri 2026 sekaligus memperkuat kualitas pendidik dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Guru RA harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan berinovasi. Pendidikan yang berkualitas lahir dari pendidik yang mau berkembang mengikuti kebutuhan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komitmen keilmuan perlu diterapkan melalui pembelajaran berkelanjutan. Guru juga dituntut mampu menghadirkan metode pendidikan yang kreatif, relevan, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
“Kemandirian harus tumbuh dalam diri setiap guru. Kita perlu kreatif, tangguh, dan berani mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah,” kata Abd. Wasid.
Selain ilmu dan kemandirian, H. Abd. Wasid menilai kesederhanaan memiliki peran penting dalam membangun keteladanan. Guru diharapkan menjaga keikhlasan dan menanamkan akhlak baik kepada anak.
“Kesederhanaan mengajarkan kita untuk tetap bersahaja dan ikhlas. Guru harus menjadi teladan agar nilai akhlak tertanam kuat dalam diri anak sejak dini,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighosah bersama sebagai bentuk doa dan ikhtiar spiritual. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur.
Suasana kegiatan semakin meriah melalui senam santri yang menampilkan kreativitas KKRA dan KKGRA binaan Pengawas Madrasah, Lindawati dan Mery Astutik.
H. Abd. Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada kedua pengawas atas pendampingan dan bimbingan yang diberikan untuk mendorong peningkatan kualitas guru RA di Sumenep.
“Saya mengapresiasi pendampingan para pengawas. Semoga sinergi ini terus terjaga agar guru RA semakin produktif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” pungkas Abd. Wasid.
Ia berharap momentum Hari Santri 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja, kreativitas, serta kualitas pelayanan pendidikan bagi anak dan masyarakat.
Penguatan keilmuan, kemandirian, dan kesederhanaan diharapkan menjadi bagian dari keseharian guru RA. Ketiganya menjadi bekal untuk membangun generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.















