Tidak berhenti pada konsumsi ikan segar, pemerintah juga mendorong tumbuhnya usaha kecil yang mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan. Langkah itu dinilai dapat menambah nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha masyarakat.
Karena itu, sosialisasi Gemarikan di RA Al Mukhlishin diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Anak-anak dan keluarga diharapkan membawa pesan tersebut ke rumah dan menjadikannya kebiasaan sehari-hari.
“Mari mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Dengan mengonsumsi ikan secara rutin, kita dapat menciptakan generasi yang sehat, kuat dan cerdas,” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Agustiono mengajak masyarakat Kabupaten Sumenep menjadikan ikan sebagai bagian penting dari menu keluarga. Konsumsi ikan minimal dua hingga tiga kali dalam sepekan diharapkan menjadi kebiasaan untuk memperkuat gizi keluarga.
Menurutnya, langkah sederhana di meja makan dapat menjadi investasi besar bagi masa depan. Anak yang memperoleh asupan gizi cukup memiliki peluang tumbuh lebih sehat, kuat, dan siap menjadi generasi penerus bangsa.
Melalui Gemarikan 2026, Dinas Perikanan Sumenep ingin membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari keluarga. Salah satunya dengan menghadirkan ikan sebagai sumber protein hewani yang mudah diperoleh.
Penulis : Slamet Bae
Editor : Thaifur Rasyid
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















