Karena itu, sinergi lintas sektor terus didorong. Hubungan yang kuat antara Polri, pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, dan seluruh warga sangat penting menjaga kamtibmas,” tegasnya.
Selain Forkopimcam dan 14 kepala desa, kegiatan tersebut dihadiri PJU Polresta Sumenep, Kapolsek Saronggi, Koramil 0827/06, BLUD Puskesmas, KUA, penyuluh pertanian, kelompok kerja kepala sekolah, pengawas SD, kepala sekolah SMP, serta unsur masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa keamanan merupakan kepentingan bersama. Setiap informasi dari masyarakat menjadi bagian penting untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Melalui Sambung Roso, kami Polresta Sumenep ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dan humanis. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian,” ungkap Ariek.
Lebih pihaknya, juga mengajak masyarakat Saronggi menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak ragu menyampaikan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Forum tersebut akhirnya menjadi ruang bertukar pikiran yang hangat. Pesan utamanya sederhana, keamanan tidak lahir dari satu pihak, tetapi dari kepedulian dan kebersamaan seluruh masyarakat.
Penulis : Mas'udi
Editor : Slamet Bae
Sumber Berita: OkeDailyJatim
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















