OkeDailyJatim – Penangkapan dua oknum kepala desa terkait dugaan sabu-sabu menjadi momentum bagi penyidik untuk membongkar jaringan peredaran narkotika.
Aktivis senior Ainur Rahman menilai, penanganan perkara ini perlu dikembangkan secara menyeluruh agar tidak berhenti pada pihak yang tertangkap.
“Jangan terburu-buru menghakimi. Kita harus menghormati proses hukum dan melihat fakta yang terungkap dari hasil penyidikan.” kata Ainur kepada media ini, Sabtu (17/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ainur, kemungkinan kedua oknum kades tersebut hanya sebagai pengguna perlu diuji melalui penyelidikan. Status mereka harus berdasarkan bukti.
“Yang lebih penting, penyidik harus menelusuri asal sabu-sabu itu. Dari sana, jaringan pemasok dan pengedarnya bisa diungkap.” jelasnya.
Ia berharap penyidik tidak hanya fokus pada pihak yang tertangkap, tetapi juga mendalami kemungkinan keterlibatan kurir, pemasok, hingga bandar.
“Kalau pengusutan berhenti pada pengguna, mata rantai peredaran narkoba belum tentu terputus. Jaringannya harus dibongkar sampai tuntas.” ungkap Ainur
Ia menegaskan, pengembangan kasus secara profesional dan berbasis bukti penting untuk mengungkap jaringan sekaligus mencegah peredaran narkotika.
“Penegakan hukum harus menyentuh seluruh jaringan, bukan hanya mereka yang tertangkap. Tujuannya agar peredaran narkoba bisa ditekan.” tegasnya.
Pengusutan yang transparan diharapkan mampu mengungkap fakta secara utuh, menjerat pihak yang terbukti terlibat, dan melindungi masyarakat.















