OkeDailyJatim – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumenep kembali membawa nama daerah ke panggung Jawa Timur. DWP Sumenep meraih apresiasi dalam kegiatan Kurasi Menu Daerah Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Apresiasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Sumenep, Diah Suryani Agus, yang hadir didampingi jajaran pengurus DWP Kabupaten Sumenep. Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri karena kuliner khas daerah mampu tampil dan mendapat perhatian di tingkat Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, DWP Sumenep menghadirkan tiga menu unggulan yang mengangkat kekayaan kuliner lokal. Ketiganya yakni De Onde Otok Rabet sebagai kudapan balita, Mento sebagai kudapan, serta Tajin Sora sebagai menu utama bagi balita dan anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga menu tersebut tidak hanya menawarkan cita rasa khas daerah, tetapi juga mengandung nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sajian tradisional itu dikemas dengan perhatian terhadap aspek gizi, terutama untuk mendukung kebutuhan makanan sehat bagi anak.
Kehadiran DWP Sumenep dalam kurasi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki ruang besar untuk terus dikembangkan. Kuliner warisan leluhur dapat tetap eksis sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Ketua DWP Kabupaten Sumenep, Diah Suryani Agus menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterima. Baginya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi dorongan agar kuliner khas daerah semakin dikenal dan dicintai masyarakat.

“Kami bersyukur dapat memperkenalkan kuliner khas Jawa Timur melalui kegiatan ini. Semoga semakin banyak masyarakat mencintai dan melestarikan makanan tradisional,” kata Diah Suryani Agus, Rabu (19/08/2026) kepada media ini.
Ia mengatakan, pelestarian kuliner daerah tidak cukup hanya dengan mempertahankan resep yang diwariskan. Diperlukan kreativitas agar makanan tradisional tetap menarik, sehat, bergizi, serta dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkreasi menghadirkan menu sehat, bergizi, dan tetap membawa kearifan lokal,” ujarnya.
Menurut Diah, dapur keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kuliner tradisional. Dari ruang sederhana tersebut, resep warisan leluhur dapat terus dikenalkan kepada anak-anak sekaligus dikembangkan menjadi sajian yang lebih menarik.
Semangat tersebut sejalan dengan gerakan #dwpSEHATBERDAYA yang digaungkan DWP Provinsi Jawa Timur. Gerakan ini mendorong peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya.
“Kami berharap kuliner daerah tidak hanya dikenal hari ini, tetapi terus dicintai generasi berikutnya. Di dalam makanan tradisional ada budaya dan nilai yang harus tetap hidup,” tegas Diah.
Apresiasi di Surabaya tersebut menjadi bukti bahwa kuliner Sumenep memiliki daya tarik untuk tampil di panggung yang lebih luas. Dari De Onde Otok Rabet, Mento hingga Tajin Sora, DWP Sumenep menunjukkan bahwa warisan kuliner lokal mampu menyatukan cita rasa, nilai budaya, dan pesan hidup sehat.
Bagi DWP Kabupaten Sumenep, capaian itu bukan sekadar soal penghargaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bentuk kebanggaan daerah sekaligus ajakan untuk bersama-sama menjaga kekayaan kuliner agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.















