OkeDailyJatim – Upaya mendekatkan anak dengan buku terus dilakukan melalui pengenalan layanan perpustakaan. Pada hari keempat, pembuatan kartu anggota Perpusda bagi siswa kelas I MI Raudiyah Najiyah II rampung.
Program ini diharapkan menjadi pintu awal bagi siswa untuk mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan. Kepemilikan kartu anggota juga membuka peluang bagi anak untuk mengakses bahan bacaan dan memperluas pengetahuan.
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Drs. Syaiful Bahri, menekankan pentingnya mengenalkan perpustakaan kepada anak sejak usia dini agar kebiasaan membaca tumbuh secara bertahap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak perlu dikenalkan dengan perpustakaan sejak dini. Kami berharap kartu anggota ini mendorong mereka lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif,” kata Drs. Syaiful Bahri usai kegiatan kepada media ini, Selasa (20/10/2026).
Menurut Syaiful, budaya literasi tidak cukup dibangun melalui ketersediaan buku. Dukungan sekolah, keluarga, dan perpustakaan diperlukan agar anak terbiasa membaca serta memperoleh pengalaman belajar yang beragam.
“Kolaborasi sekolah, orang tua, dan perpustakaan sangat penting. Pendampingan yang konsisten dapat membantu anak menikmati kegiatan membaca dan menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga diharapkan menekankan pentingnya menyediakan bacaan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan siswa. Langkah tersebut dapat membantu anak menemukan bahan bacaan yang menarik sekaligus mendukung proses belajar.
“Bacaan yang sesuai usia dapat membuat anak lebih tertarik membaca. Karena itu, pengenalan layanan perpustakaan perlu diikuti pendampingan agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” pungkas Bang Ipong sapaan akrabnya.
Sementara itu, Kepala MI Raudiyah Najiyah II, K. Syukron Ma’mun, menyampaikan apresiasi kepada Dispusip Kabupaten Sumenep atas dukungan dalam penyelesaian kartu anggota bagi para siswa.
“Kami berterima kasih kepada Dispusip Kabupaten Sumenep atas dukungan ini. Semoga kartu anggota Perpusda semakin memotivasi siswa untuk membaca dan memperluas wawasan,” ujarnya.
Kiai Syukron juga diharapkan menegaskan komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya membaca. Pembiasaan literasi sejak kelas awal dinilai penting untuk mendukung perkembangan pengetahuan dan kemampuan belajar anak.
“Kami berharap anak-anak semakin mencintai buku dan terbiasa membaca, baik di madrasah maupun di rumah. Kebiasaan ini penting untuk mendukung perkembangan mereka,” tutup Kiai Syukron.
Rampungnya pembuatan kartu anggota pada hari keempat menjadi langkah awal untuk mendorong siswa memanfaatkan layanan Perpusda. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada kepemilikan kartu, tetapi berlanjut pada kebiasaan membaca.
Melalui kerja sama madrasah dan Dispusip Kabupaten Sumenep, penguatan literasi diharapkan terus berkembang. Anak-anak pun berpeluang tumbuh menjadi pembelajar yang memiliki wawasan luas dan rasa ingin tahu tinggi.















