OkeDailyJatim – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Abd. Wasid, melakukan monitoring dan evaluasi Satuan Pendidikan Mu’adalah di TMI Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Selasa (20/10).
Kegiatan ini bertujuan memastikan mutu pendidikan pesantren tetap terjaga, mulai dari tata kelola lembaga, kompetensi tenaga pendidik, hingga kualitas pembelajaran yang diterima para santri.
H. Abd. Wasid mengapresiasi sistem pendidikan TMI Al-Amien Prenduan yang mempertahankan kurikulum khas dan tradisi pesantren sebagai bagian dari pembentukan karakter santri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tradisi dan kurikulum khas pesantren harus terus dijaga. Pendidikan harus melahirkan santri berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata H. Abd. Wasid.
Menurut Wasid, evaluasi pendidikan tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga perlu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
Ia menegaskan, penguatan kompetensi ustaz dan tata kelola lembaga menjadi faktor penting untuk memastikan pendidikan pesantren berjalan efektif serta mampu menghasilkan lulusan berkualitas.
“Mutu pendidikan harus terus ditingkatkan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan kompetensi ustaz, dan pembelajaran yang memberikan dampak nyata bagi santri,” tegasnya.
Kemenag Sumenep berharap pembinaan ini memperkuat peran TMI Al-Amien Prenduan dalam mencetak generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.















