OkeDailyJatim – Tim Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep turun melakukan asesmen terkait penemuan bayi di Kecamatan Pragaan. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan dasar, serta bentuk perlindungan yang diperlukan bayi tersebut.
Asesmen menjadi bagian penting dalam menentukan penanganan lanjutan agar bayi memperoleh perawatan dan perlindungan sesuai kondisi di lapangan. Hasil pendataan nantinya menjadi dasar untuk mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi, sekaligus menentukan langkah koordinasi dengan pihak terkait.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, SE., MM., mengatakan bahwa keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas dalam setiap tahapan penanganan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penanganan ini kami arahkan untuk memastikan bayi mendapatkan perlindungan dan perawatan sesuai kebutuhan. Karena itu, asesmen menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi serta menentukan tindak lanjut yang tepat,” kata Kadinsos P3A Dr. R. Abd. Rahman Riadi, Senin (19/10/2026).
Selain memastikan aspek perlindungan, tim juga mengidentifikasi kebutuhan dasar bayi yang berpotensi diperlukan dalam proses penanganan. Kebutuhan tersebut dapat meliputi susu atau asupan sesuai usia dan kondisi bayi, pakaian, perlengkapan perawatan, serta dukungan kesehatan apabila dibutuhkan berdasarkan pemeriksaan tenaga medis.
Pemenuhan kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan kondisi aktual bayi. Dengan demikian, bentuk dukungan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan, bukan semata-mata berdasarkan perkiraan awal.
Dr. R. Rahman Riadi juga dapat menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penentuan langkah perlindungan berikutnya.
“Kami akan melihat kebutuhan bayi berdasarkan hasil asesmen. Selanjutnya, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar penanganan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan jika diperlukan, dapat dilakukan secara tepat,” tegasnya.
Dinsos P3A Kabupaten Sumenep juga akan mengidentifikasi langkah perlindungan lanjutan dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Apabila diperlukan, koordinasi dapat melibatkan tenaga kesehatan, pemerintah desa, kepolisian, maupun instansi terkait lainnya sesuai kewenangan masing-masing.
Langkah tersebut penting agar penanganan tidak berhenti pada asesmen awal, tetapi berlanjut pada upaya pemenuhan kebutuhan dan perlindungan yang sesuai dengan kondisi bayi serta ketentuan yang berlaku.
“Kami mengutamakan keselamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perlindungan bayi. Setiap langkah lanjutan akan disesuaikan dengan hasil asesmen serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar Dr. R. Abd. Rahman Riadi.
Dalam proses pemberitaan, identitas bayi dan informasi pribadi pihak-pihak terkait juga perlu dijaga untuk melindungi privasi serta kepentingan terbaik anak.
Melalui asesmen tersebut, Dinsos P3A Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menentukan kebutuhan penanganan secara terukur sekaligus memastikan langkah perlindungan berjalan sesuai kondisi di lapangan. Penanganan lanjutan akan mengacu pada hasil asesmen dan koordinasi dengan instansi terkait.















